Detik.com News
Detik.com

Jumat, 02/01/2009 13:03 WIB

Kasus Muchdi Belum Perlu Dibawa ke Tingkat Internasional video foto

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kasus Muchdi Belum Perlu Dibawa ke Tingkat Internasional
Jakarta - Putusan bebas terhadap Muchdi Pr dalam kasus pembunuhan Munir menyulut reaksi pejuang HAM. Namun, menurut Komnas HAM, masalah tersebut belum perlu dibawa ke tingkat internasional.

"Karena proses hukum masih terbuka jadi tidak perlu diajukan ke tingkat internasional. Karena di tingkat nasional masih ada proses kasasi yang akan
dilakukan," kata Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim dalam jumpa pers di kantornya, Jl Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2009).

Menurut Ifdhal, vonis bebas Muchdi Pr tersebut merupakan preseden buruk bagi penegakan HAM di Indonesia. Vonis tersebut mengakibatkan usaha penyidikan dari Kejaksaan dan kepolisian menjadi sia-sia.

"Putusan ini berimplikasi pada para pembela HAM yang tidak bisa bekerja dengan baik dan rasa keadilan bagi korban tidak terpenuhi ," ujarnya.

Komnas HAM pun mendesak agar Kejagung segera mengajukan kasasi pada
kasus pembunuhan aktivis Munir ini. "Dalam rangka memberikan kepastian hukum untuk penuntasan kasus Munir, Komnas HAM mendesak Kejagung untuk mengajukan kasasi," pintanya.

Ada permainan putusan?

"Sulit mendapatkan gambaran yang pasti tentang hal itu. Misalnya apakah penarikan keterangan dari para saksi didasarkan pada tekanan kepada saksi-saksi. Saya merasa sulit untuk membuktikannya," jawabnya.

Komnas HAM, lanjut Ifdhal, baru akan mempertimbangkan melakukan proses eksaminasi terhadap vonis bebas Muchdi Pr secara prosedural akan dibahas di dalam rapat paripurna Komnas HAM.

"Belum tahu pasti (rapat paripurna tersebut)," imbuhnya.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(gus/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%