detikcom

Tahun 2008 Kejahatan di Yogyakarta Cenderung Meningkat

Bagus Kurniawan - detikNews
Selasa, 30/12/2008 18:32 WIB
Yogyakarta Angka kejahatan di Yogyakarta pada tahun 2008 secara umum meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tren kejahatan diprediksi juga akan meningkat pada tahun 2009 terkait pelaksanaan pemilu.

Hal itu diungkapkan Kapolda DIY, Brigjen Untung S. Radjab kepada wartawan di Mapolda DIY di Jl Ring Road Utara, Condongcatur, Sleman, Selasa (30/12/2008).

"Tahun 2009 akan ada ten meningkat. Karena itu saat ada pemilu nanti, polisi akan mewaspadai kemungkinan terjadinya konflik antar pendukung parpol," kata Untung.

Dia mengatakan selama tahun 2008, kejahatan konvensional (pencurian, gendam, penganiayaan) tercatat sebanyak 4.817 kasus. Dibandingkan 2007 meningkat sebanyak 681 laporan yakni 4.136 kasus. Adapun penyelesaian kasus pada 2007 sebanyak 1.775 kasus dan tahun 2008 sebanyak 1.947 kasus.

Sedangkan kasus kejahatan trans nasional pada 2008 terjadi sebanyak 337 kasus atau menurun 13 kasus dari yang sebelumnya, yakni 350. Penyelesaian kasus tersebut pada 2007 sebanyak 291 kasus, 288 kasus pada tahun 2008.

Kejahatan korupsi ada 17 laporan di 2008 telah diselesaikan. Sedangkan tahun 2007 lalu sebanyak 19 laporan dan telah selesai 13 laporan. "Terakhir yakni tindak kejahatan implikasi kontijensi sebanyak 274 laporan yang semuanya telah selesai," kata Untung.

Angka kejahatan narkoba mengalami kenaikan angka yang lumayan tinggi. Pada tahun 2007, polisi hanya mengamankan 48 pengedar narkoba dengan 372 orang pengguna. Sedangkan pada 2008, pengedar yang ditangkap sebanyak 346 orang dan 41 pengguna.

Sedangkan kasus penyalahgunaan psikotropika cenderung menurun. Di tahun 2007 terdapat 117 kasus sedangkan tahun 2008 sebanyak 116 kasus. Untuk kasus narkotika sebanyak 193 kasus pada 2007 dan tahun 2008 sebanyak 169 kasus.

Namun tntuk kategori obat berbahaya mengalami tren peningkatan di tahun 2008 sebanyak 20 kasus. Padahal tahun sebelumnya hanya 2 kasus. Penyalahgunaan narkoba selama 2008 didominasi oleh pelajar baik tingkat SMA maupun SMP.

"Ini sangat memprihatinkan, karena yang terlibat kasus narkoba adalah para siswa SMU dan SMP," ungkap Untung. Pada 2007 pelajar SMA yang terlibat narkoba sebanyak 292 orang dan SMP hanya dua orang, tetapi pada 2008 pelajar SMP yang terlibat narkoba meningkat menjadi 30 orang, sedangkan pelajar SMA turun menjadi 242 orang.

Untuk kasus narkoba yang melibatkan mahasiswa pada 2008 juga mengalami penurunan dibanding 2007, yakni dari 126 kasus menjadi 103 kasus. Dari kasus penyalahgunaan Narkoba telah disita barang bukti berupa ganja seberat 6.620,08 gram dan satu tanaman dalam pot (60 cm), putau 70,6 gram, ekstasi 204 butir, sabu sabu 30,85
gram, psikotropika golongan IV sebanyak 1.221 butir dan obat berbahaya sebanyak 5.914 butir. (bgs/djo)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini