1 Suro, Ribuan Warga Yogya Kelilingi Benteng Kraton
Senin, 29/12/2008 02:30 WIB
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Jakarta
Malam ini adalah pergantian tahun baru Islam 1 Muharam 1430 H atau 1 Suro 1942 berdasarkan penanggalan Jawa. Ribuan warga Yogyakarta pun melakukan upacara ritual lampah mubeng Benteng Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat.
Prosesi mengelilingi tembok kraton sejauh 6 kilometer itu dilakukan sejak hari Minggu (28/12/2008) mulai pukul 21.00 WIB hingga Senin (29/12/2008) dinihari.
Saat berkeliling benteng, warga berjalan kaki melakukan tapa bisu atau tidak berbicara sama sekali, meski mereka berjalan secara berkelompok.
Secara resmi kraton tidak melakukan acara tersebut. Namun dilakukan oleh para abdi dalem kerajaan yaitu bekas pegawai pemerintahan di DIY dan abdi dalem Punokawan yang mengabdi di Kraton Ngayogyakarto. Sebagian masyarakat umum juga ada yang melakukan secara berkelompok maupun perseorangan.
Prosesi Mubeng Benteng yang dilakukan abdi dalem Keprajan dan Punokawan diawali dari halaman Bangsal Ponconiti, Keben kompleks kraton. Prosesi dimulai sekitar pukul 23.00 WIB yang dihadiri pula adik Sri Sultan Hamengku Buwono X, GBPH Joyokusumo. Sebelum prosesi dimulai dilakukan pembacaan macapat atau tembang berbahasa Jawa selama lebih kurang 1,5 jam.
Semua bendera atau panji lambang lima kabupaten dan kota di DIY serta panji abdi dalem keprajan dibawa serta saat acara tersebut. Di depan barisan bendera panji diusung pula bendera negara RI, merah putih. Semua abdi dalem mengenakan busana adat Jawa peranakan warna biru tua tanpa membawa keris dan tidak beralaskan kaki. Sedang warga biasa berpakaian biasa mengikuti dibelakang rombongan.
Prosesi arak-arakan dimulai dari Keben melewati Jl Rotowijayan, Jl Kauman, Haji Agus Salim Notoprajan, Jl Wachid Hasyim, Suryowijayan, Pojok Beteng Kulon, MT Haryono/Gading, Pojok Beteng Wetan/Brigjen Katamso, Jl Ibu Ruswo dan berakhir di pagelaran Kraton di Alun Alun Utara.
Cuaca yang cerah sejak sore hingga malam hari, membuat warga Yogyakarta yang
mengikuti ritual mubeng benteng lebih banyak dibandingkan tahun sebelunya.
Rombongan membentuk barisan sepanjang 300-an meter. Saat berjalan selama lebih kurang 2,5 jam, mereka tidak bicara sepatah kata pun, meski saling mengenal.
"Tapa bisu ini mengandung maksud untuk memperingati tahun baru Islam atau lebih dikenal 1 Suro bagi masyarakat Jawa. Tujuannya mengajak masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan, memohon keselamatan dan kesejahetraan terutama bagi warga Yogyakarta dan negara Indonesia," kata panitia pelaksana Mubeng Beteng, KRT Projo Haryono kepada wartawan disela-sela persiapan acara di Keben Kraton.
Haryono menambahkan prosesi ini juga untuk memperteguh sikap Yogyakarta sebagai bagian NKRI. Warga Yogyakarta juga berdoa agar proses RUU Keistimewaan DIY secepatnya selesai dibahas di DPR.
"Kami juga ingin menyampaikan pesan bila jabatan gubernur dan wakil gubernur DIY saat ini melekat pada Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam IX," pungkas Haryono. (bgs/rdf)
Prosesi mengelilingi tembok kraton sejauh 6 kilometer itu dilakukan sejak hari Minggu (28/12/2008) mulai pukul 21.00 WIB hingga Senin (29/12/2008) dinihari.
Saat berkeliling benteng, warga berjalan kaki melakukan tapa bisu atau tidak berbicara sama sekali, meski mereka berjalan secara berkelompok.
Secara resmi kraton tidak melakukan acara tersebut. Namun dilakukan oleh para abdi dalem kerajaan yaitu bekas pegawai pemerintahan di DIY dan abdi dalem Punokawan yang mengabdi di Kraton Ngayogyakarto. Sebagian masyarakat umum juga ada yang melakukan secara berkelompok maupun perseorangan.
Prosesi Mubeng Benteng yang dilakukan abdi dalem Keprajan dan Punokawan diawali dari halaman Bangsal Ponconiti, Keben kompleks kraton. Prosesi dimulai sekitar pukul 23.00 WIB yang dihadiri pula adik Sri Sultan Hamengku Buwono X, GBPH Joyokusumo. Sebelum prosesi dimulai dilakukan pembacaan macapat atau tembang berbahasa Jawa selama lebih kurang 1,5 jam.
Semua bendera atau panji lambang lima kabupaten dan kota di DIY serta panji abdi dalem keprajan dibawa serta saat acara tersebut. Di depan barisan bendera panji diusung pula bendera negara RI, merah putih. Semua abdi dalem mengenakan busana adat Jawa peranakan warna biru tua tanpa membawa keris dan tidak beralaskan kaki. Sedang warga biasa berpakaian biasa mengikuti dibelakang rombongan.
Prosesi arak-arakan dimulai dari Keben melewati Jl Rotowijayan, Jl Kauman, Haji Agus Salim Notoprajan, Jl Wachid Hasyim, Suryowijayan, Pojok Beteng Kulon, MT Haryono/Gading, Pojok Beteng Wetan/Brigjen Katamso, Jl Ibu Ruswo dan berakhir di pagelaran Kraton di Alun Alun Utara.
Cuaca yang cerah sejak sore hingga malam hari, membuat warga Yogyakarta yang
mengikuti ritual mubeng benteng lebih banyak dibandingkan tahun sebelunya.
Rombongan membentuk barisan sepanjang 300-an meter. Saat berjalan selama lebih kurang 2,5 jam, mereka tidak bicara sepatah kata pun, meski saling mengenal.
"Tapa bisu ini mengandung maksud untuk memperingati tahun baru Islam atau lebih dikenal 1 Suro bagi masyarakat Jawa. Tujuannya mengajak masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan, memohon keselamatan dan kesejahetraan terutama bagi warga Yogyakarta dan negara Indonesia," kata panitia pelaksana Mubeng Beteng, KRT Projo Haryono kepada wartawan disela-sela persiapan acara di Keben Kraton.
Haryono menambahkan prosesi ini juga untuk memperteguh sikap Yogyakarta sebagai bagian NKRI. Warga Yogyakarta juga berdoa agar proses RUU Keistimewaan DIY secepatnya selesai dibahas di DPR.
"Kami juga ingin menyampaikan pesan bila jabatan gubernur dan wakil gubernur DIY saat ini melekat pada Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam IX," pungkas Haryono. (bgs/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
452 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
