Bentrok Polisi Vs Warga Bengkalis
Komnas HAM: PT Arara Abadi Harus Bertanggungjawab
Sabtu, 27/12/2008 16:23 WIB
M Ridha Saleh
Pekanbaru
Komas HAM mendesak PT Arara Abadi (AA) bertanggungjawab atas bentrok berdarah antara Brimob Polda Riau dengan petani. Sebab, bentrok itu dipicu permohonan perusahaan untuk mengusir warga desa.
"Pasukan Brimob itu hadir di sengketa lahan karena laporan polisi dari PT Arara Abadi ke Polda Riau. Dan sekarang segala sesuatu yang ditimbulkan atas bentrok itu harus menjadi tanggung tanggung jawab pihak perusahaan. Karena mereka yang membuat ulah ini," tegas Wakil Ketua Komnas HAM, Muhamad Ridha Saleh kepada pers, Sabtu (27/12/2008) di Pekanbaru.
Menurut Ridha, terjadinya konflik berdarah antara pasukan Brimob dengan petani di Riau, berawal dari surat laporan polisi PT AA yang meminta pengosongan lahan sengketa seluas 4.000 hektar. Dari surat laporan tersebut, lantas Polda Riau menurukan pasukannya.
"Kita akan minta keterangan dari pihak kepolisian, apa sebenarnya isi surat yang dilayangkan PT Arara Abadi itu. Sebab, dasar surat itu tadi, polisi mengusir warga desa dengan cara paksa," kata Ridha.
Pertanggungjawaban yang dimaksud, lanjut Ridha, pihak PT AA anak perusahaan Sinar Mas Group harus mengganti rugi segala kerugian yang ditimbulkan pasca terjadi konflik. Karena 500 rumah sudah diratakan dengan tanah serta harta benda milik warga juga turut dikubur pihak perusahaan. "Kita akan merekomendasikan, agar perusahaan bertanggungjawab dalam kasus ini," tegas Ridha.
Komnas HAM juga meminta agar kasus sengekata lahan ini dapat diselesaikan pihak Pmerintah Kabupaten Bengkalis dan Pemerintah Provinsi Riau. Penyelesaian ini sebaiknya dilakukan dengan cara persuasif dan bukan dengan jalan kekerasan.
"Pemerintah Provinsi Riau harus dapat menyelesaikan semua konflik lahan yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan. Penyelesaian ini perlu dilakukan, agar tidak terjadi konflik seperti yang terjadi di Bengkalis," kata Ridha. (cha/djo)
"Pasukan Brimob itu hadir di sengketa lahan karena laporan polisi dari PT Arara Abadi ke Polda Riau. Dan sekarang segala sesuatu yang ditimbulkan atas bentrok itu harus menjadi tanggung tanggung jawab pihak perusahaan. Karena mereka yang membuat ulah ini," tegas Wakil Ketua Komnas HAM, Muhamad Ridha Saleh kepada pers, Sabtu (27/12/2008) di Pekanbaru.
Menurut Ridha, terjadinya konflik berdarah antara pasukan Brimob dengan petani di Riau, berawal dari surat laporan polisi PT AA yang meminta pengosongan lahan sengketa seluas 4.000 hektar. Dari surat laporan tersebut, lantas Polda Riau menurukan pasukannya.
"Kita akan minta keterangan dari pihak kepolisian, apa sebenarnya isi surat yang dilayangkan PT Arara Abadi itu. Sebab, dasar surat itu tadi, polisi mengusir warga desa dengan cara paksa," kata Ridha.
Pertanggungjawaban yang dimaksud, lanjut Ridha, pihak PT AA anak perusahaan Sinar Mas Group harus mengganti rugi segala kerugian yang ditimbulkan pasca terjadi konflik. Karena 500 rumah sudah diratakan dengan tanah serta harta benda milik warga juga turut dikubur pihak perusahaan. "Kita akan merekomendasikan, agar perusahaan bertanggungjawab dalam kasus ini," tegas Ridha.
Komnas HAM juga meminta agar kasus sengekata lahan ini dapat diselesaikan pihak Pmerintah Kabupaten Bengkalis dan Pemerintah Provinsi Riau. Penyelesaian ini sebaiknya dilakukan dengan cara persuasif dan bukan dengan jalan kekerasan.
"Pemerintah Provinsi Riau harus dapat menyelesaikan semua konflik lahan yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan. Penyelesaian ini perlu dilakukan, agar tidak terjadi konflik seperti yang terjadi di Bengkalis," kata Ridha. (cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
452 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
