detikcom
Sabtu, 27/12/2008 05:22 WIB

Partai Gerakan Indonesia Raya (5)

Teguh Budi Santoso - detikNews
Jakarta - Tanggal berdiri : 6 Februari 2008
Inisiator : Prabowo Subianto
Pendiri : Suhardi, Ahmad Muzani, Fadli Zon, Muchdi PR
Azas : Pancasila
Lambang partai : Segilima berwarna merah tua dengan gambar kepala garuda kuning di tengah.
Ketua Umum : Suhardi
Sekretaris Jenderal : Ahmad Muzani
Alamat : Kantor DPP Partai Gerindra, Jl. Brawijaya IX No.1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160. Telp: 62-21-727 95478 Fax : 62-21-739 5154

SEJARAH:

Tahun 2004, Prabowo Subianto, mantan Pangkostrad TNI dan juga mantan menantu Presiden Soeharto ikut dalam Konvensi Partai Golkar menjadi calon presiden yang akan diajukan oleh partai tersebut. Namun ketika itu, sosok Pabowo dikalahkan oleh mantan atasannya Wiranto.

Berangkat dari sana, Prabowo akhirnya berinisitif membidani sebuah partai baru yang diberi nama Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra. Pendiriannya dilakukan oleh sekelompok pendukungnya seperti Fadli Zon, Suhardi, Ahmad Muzani dan Muchdi PR. Prabowo sendiri tak ikut sebagai pendiri karena masih terikat sebagai anggota Partai Golkar. Baru setelah keluar, Prabowo masuk resmi menjadi anggota partai 12 Juli 2008.

Partai Gerindra langsung mengusung Prabowo Subianto sebagai cocok calon presiden yang akan dimajukannya dalam pemilihan presiden 2009. Prabowo sendiri kerap memanfaatkan posisinya sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk menjaring voter dalam kampanye-kampanyenya.

VISI & MISI
Menjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan bangsa, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai - nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PENCAPAIAN DALAM PEMILU SEBELUMNYA: -

SITUS PARPOL: www.partaigerindra.com (tbs/tbs)



Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
47%
Kontra
53%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel