Sabtu, 27/12/2008 05:03 WIB

Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (15)

Teguh Budi Santoso - detikNews
Jakarta - Tanggal berdiri : 20 Mei 1998 (PNI Supeni) - 20 Mei 2002 (PNI Marhaenisme)
Inisiator : -
Tokoh pendiri : Supeni
Azas : Marhaenisme
Lambang partai : Logo kepala banteng dalam bingkai segi tiga.
Ketua Umum : Sukmawati Sukarnoputri
Sekretaris Jenderal : Ardy Muhammad
Alamat : Kantor DPP PNI Marhaenisme, Jl. Gudang Peluru Raya B1 No. 7B Tebet Jakarta Selatan, Telp 021-83795157/021-83795157

SEJARAH
Pendirian Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme tak lepas dari semangat mengangkat kembali romantisme ajaran Soekarno, presiden pertama RI. Iklim reformasi, membebaskan para pemerhati ajaran Bung Karno untuk mendirikan parpol.

Pada mula pendiriannya, bermacam-macam partai yang mengusung jargon ajaran Bung karno muncul. Salah satunya adalah PNI Supeni. Sayang, dalam Pemilu 1999, PNI Supeni hanya mengumpulkan 0,36% dukungan.

Karena tak lolos electoral treshold (ET), pada Pemilu 2004, PNI Supeni bersalin nama menjadi PNI Marhaenisme dan mendapuk puri Bung Karno, Sukmawati Sukarnoputri sebagai ketua umumnya hingga sekarang.

VISI & MISI
(1) Membentuk citra partai yang konsisten dengan perjuangan rakyat Indonesia sesuai dengan cita-cita perjuangannya, dan sebagai partai alternatif abad ke-1 yang mampu menjawab tantangan dan permasalan bangsa.
(2) Menegakkan, membela dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
(3) Memperjuangkan terlaksananya kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga terwujud suatu masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, yaitu Masyarakat Pancasila / Masyarakat Marhaenistis.
(4) Memperjuangkan tegaknya kedaulatan lembaga perwakilan, kedaulatan hukum dan hak azasi manusia serta penyelenggaraan negara bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme, manipulasi, orotiter, sehingga terwujud pemerintahan yang bersih, adil dan berwibawa.
(5) Memperjuangkan tata dunia baru yang aman, damai dan sejahtera berdasarkan kebangsaan, kemerdekaan, kedaulatan, demokrasi Pancasila, perikemanusiaan dan keadilan sosial.

PENCAPAIAN PADA PEMILU SEBELUMNYA :
1999 =. ... atau 0.18% (0 kursi di DPR) - masih bernama PNI Supeni
2004 = 906.739 atau 0,80% (1 kursi di DPR)

SITUS PARPOL: -

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tbs/tbs)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%