Sabtu, 27/12/2008 05:03 WIB
Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (15)
Inisiator : -
Tokoh pendiri : Supeni
Azas : Marhaenisme
Lambang partai : Logo kepala banteng dalam bingkai segi tiga.
Ketua Umum : Sukmawati Sukarnoputri
Sekretaris Jenderal : Ardy Muhammad
Alamat : Kantor DPP PNI Marhaenisme, Jl. Gudang Peluru Raya B1 No. 7B Tebet Jakarta Selatan, Telp 021-83795157/021-83795157
SEJARAH
Pendirian Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme tak lepas dari semangat mengangkat kembali romantisme ajaran Soekarno, presiden pertama RI. Iklim reformasi, membebaskan para pemerhati ajaran Bung Karno untuk mendirikan parpol.
Pada mula pendiriannya, bermacam-macam partai yang mengusung jargon ajaran Bung karno muncul. Salah satunya adalah PNI Supeni. Sayang, dalam Pemilu 1999, PNI Supeni hanya mengumpulkan 0,36% dukungan.
Karena tak lolos electoral treshold (ET), pada Pemilu 2004, PNI Supeni bersalin nama menjadi PNI Marhaenisme dan mendapuk puri Bung Karno, Sukmawati Sukarnoputri sebagai ketua umumnya hingga sekarang.
VISI & MISI
(1) Membentuk citra partai yang konsisten dengan perjuangan rakyat Indonesia sesuai dengan cita-cita perjuangannya, dan sebagai partai alternatif abad ke-1 yang mampu menjawab tantangan dan permasalan bangsa.
(2) Menegakkan, membela dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
(3) Memperjuangkan terlaksananya kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga terwujud suatu masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, yaitu Masyarakat Pancasila / Masyarakat Marhaenistis.
(4) Memperjuangkan tegaknya kedaulatan lembaga perwakilan, kedaulatan hukum dan hak azasi manusia serta penyelenggaraan negara bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme, manipulasi, orotiter, sehingga terwujud pemerintahan yang bersih, adil dan berwibawa.
(5) Memperjuangkan tata dunia baru yang aman, damai dan sejahtera berdasarkan kebangsaan, kemerdekaan, kedaulatan, demokrasi Pancasila, perikemanusiaan dan keadilan sosial.
PENCAPAIAN PADA PEMILU SEBELUMNYA :
1999 =. ... atau 0.18% (0 kursi di DPR) - masih bernama PNI Supeni
2004 = 906.739 atau 0,80% (1 kursi di DPR)
SITUS PARPOL: -
(tbs/tbs)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
812 share this. -
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
614 share this. -
Duh! Gadis 16 Tahun di Australia Diperkosa Bergiliran oleh 3 Pria
570 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
527 share this. -
Ini 3 Hakim Agung yang Kalahkan Konglomerat Swedia Pemilik IKEA
417 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 20:27 WIB
Pesawat Malaysia Airlines Hampir Salah Mendarat di Bandara Kuala Namu
-
Senin, 20/05/2013 19:23 WIB
KPK: Data Oknum PKS yang Terima Dana dari Fathanah Akan Dibuka di Sidang
-
Senin, 20/05/2013 18:44 WIB
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 20:59 WIB
Dirjen Pajak Minta KPK Usut Pengakuan Tersangka Suap Eko Darmayanto
-
Senin, 20/05/2013 20:07 WIB
Kabareskrim: Yang Ikut Menikmati Uang Aiptu Labora Bisa Dipidana
-
Senin, 20/05/2013 19:31 WIB
KPK Bidik Dugaan Korupsi Miliaran di Ditjen Kebudayaan Kemdikbud
-
Senin, 20/05/2013 20:20 WIB
Kapolresta: Tahanan Klewang Tidak Dipindah Demi Kemudahan Penyidikan
-
Senin, 20/05/2013 18:46 WIB
Jadi Pasangan Capres? Ini Jawaban Jokowi dan Gita Wirjawan
-
353 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
213 Komentar
-
210 Komentar
-
208 Komentar
-
201 Komentar
-
193 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 17:12 WIB
Johan Budi: KPK Belum Peroleh Data Aliran Dana Fathanah ke PKS
-
Senin, 20/05/2013 17:00 WIB
Dituding Singkap Rok Siswi SD, FS Mengaku Bantu Bukakan Sepatu
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

