BNP2TKI Sesalkan Deplu Tak Beri Izin Pemutihan TKI Ilegal di Suriah
Sabtu, 27/12/2008 03:35 WIB
Jakarta
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyesalkan sikap Departemen Luar Negeri yang tidak memberi izin upaya pemutihan dan peningkatan perlindungan 75 ribu RKI ilegal di Suriah. Padahal upaya itu sudah dilakukan 1,5 tahuh terakhir ini.
"Deplu seharusnya tegas. Kalau diperlukan perintah tertulis. Mestinya Direktorat yang berkompeten kan bisa, atau dengan surat Sekjen Deplu. Apalagi bila Menlu yang mengeluarkan suratnya," kata Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (26/12/2008).
Menurutnya, pihak agensi tenaga kerja di Suriah maupun PPTKIS di Indonesia sudah setuju dengan formula 50:50. Artinya setiap pengiriman TKI dari Indonesia harus mendapatkan legalisasi oleh TKI di Suriah disertai pembayaran premi asuransi yang diketahui KBRI. Akan tetapi hal itu belum bisa dilakukan karena belum ada perintah tertulis dari Deplu.
Jumhur tidak habis pikir dengan sikap Deplu yang dinilainya masuk ke wilayah teknis dalam penanganan TKI. Karena sesuai UU No 39/2004 Deplu hanya sebagai pihak yang memfasilitasi.
Jumhur melanjutkan, dirinya telah memerintahkan Deputi BNP2TKI Bidang Perlindungan, Marjono mengembalikan masalah penempatan dan perlindungan TKI Suriah ke Jakarta.
"Semua kembali ke otoritas BNP2TKI. Penentuan soal penempatan dan pemutihan TKI di Suriah kita putuskan di Jakarta," tegasnya.
Dengan begitu, Jumhur yakin jika setiap bulannya ada 2.000-3000 TKI diberangkatkan ke Suriah, semua TKI illegal di sana dapat berstatus legal dalam beberapa tahun saja. (irw/irw)
"Deplu seharusnya tegas. Kalau diperlukan perintah tertulis. Mestinya Direktorat yang berkompeten kan bisa, atau dengan surat Sekjen Deplu. Apalagi bila Menlu yang mengeluarkan suratnya," kata Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (26/12/2008).
Menurutnya, pihak agensi tenaga kerja di Suriah maupun PPTKIS di Indonesia sudah setuju dengan formula 50:50. Artinya setiap pengiriman TKI dari Indonesia harus mendapatkan legalisasi oleh TKI di Suriah disertai pembayaran premi asuransi yang diketahui KBRI. Akan tetapi hal itu belum bisa dilakukan karena belum ada perintah tertulis dari Deplu.
Jumhur tidak habis pikir dengan sikap Deplu yang dinilainya masuk ke wilayah teknis dalam penanganan TKI. Karena sesuai UU No 39/2004 Deplu hanya sebagai pihak yang memfasilitasi.
Jumhur melanjutkan, dirinya telah memerintahkan Deputi BNP2TKI Bidang Perlindungan, Marjono mengembalikan masalah penempatan dan perlindungan TKI Suriah ke Jakarta.
"Semua kembali ke otoritas BNP2TKI. Penentuan soal penempatan dan pemutihan TKI di Suriah kita putuskan di Jakarta," tegasnya.
Dengan begitu, Jumhur yakin jika setiap bulannya ada 2.000-3000 TKI diberangkatkan ke Suriah, semua TKI illegal di sana dapat berstatus legal dalam beberapa tahun saja. (irw/irw)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
452 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message
_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
