GKR Hemas: Jangan Ada Kasus Seperti Lutviana Ulfah Lagi
Selasa, 23/12/2008 13:59 WIB
Yogyakarta
Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menyerukan agar perdagangan anak dan nikah di bawah umur distop. Oleh karena itu dia meminta masyarakat untuk mengawasi agar kasus seperti Lutviana Ulfah, yang dinikahi Syekh Puji, tidak terulang lagi.
Hal itu dikatakan Hemas saat berdialog dengan peserta Temu Anak Nasional di Lapangan Kebon Agung, Imogiri Bantul, Selasa (23/12/2008).
"Nikah di bawah umur dan perdagangan anak di Indonesia harus dihentikan," kata Hemas.
Dia mengatakan kasus pernikahan antara Syekh Puji dengan Ulfah yang masih di bawah umur 16 tahun adalah salah satu contoh. Ulfah belum dewasa namun telah menikah dengan laki-laki yang tidak sepantaran usianya.
"Pernikahannya bukan atas kemauannya sendiri dan pasti ada orang yang membujuk atau menjadi perantaranya," kata permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X itu.
Menurut dia, orangtua yang memaksa anaknya menikah masih di bawah umur jelas tidak diperbolehkan. Anak perempuan baru boleh menikah bila telah berusia di atas 16 tahun. Sedang laki-laki harus lebih dewasa lagi atau di atas umur 17 tahun.
Di hadapan ratusan peserta Temu Anak Nasional se-Indonesia, Hemas mengatakan, sampai saat ini masih banyak terjadi kasus perdagangan anak. Kasus itu tidak hanya terjadi di kota-kota besar di Indonesia, tapi juga di beberapa daerah perbatasan seperti di Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Medan Sumatera Utara, dll.
"Anak-anak diperdagangkan oleh orangtuanya atau orang lain untuk dijadikan PSK atau pelacur. Ini harus diwaspadai dan tidak boleh terjadi," katanya.
Dalam acara yang berlangsung selama 3 hari itu, peserta membacakan Deklarasi Anak Indonesia. Peserta menyatakan jangan ada lagi perdagangan anak di Indonesia. Mereka menentang perdagangan anak karena merupakan kejahatan dan merugikan martabat anak. Mereka juga meminta aparat untuk membuka layanan 24 jam dan memperketat daerah-daerah yang rawan perdagangan anak.
"Undang-undang Perlindungan Anak harus ditegakkan untuk mencegah dan menghapus perdagangan anak. Orangtua harus bertanggung jawab terhadap perlindungan anak dan memfasilitasi anaknya memperoleh pendidikan," kata peserta Temu Anak Nasional saat membacakan deklarasi Anak Indonesia.
(bgs/nrl)
Hal itu dikatakan Hemas saat berdialog dengan peserta Temu Anak Nasional di Lapangan Kebon Agung, Imogiri Bantul, Selasa (23/12/2008).
"Nikah di bawah umur dan perdagangan anak di Indonesia harus dihentikan," kata Hemas.
Dia mengatakan kasus pernikahan antara Syekh Puji dengan Ulfah yang masih di bawah umur 16 tahun adalah salah satu contoh. Ulfah belum dewasa namun telah menikah dengan laki-laki yang tidak sepantaran usianya.
"Pernikahannya bukan atas kemauannya sendiri dan pasti ada orang yang membujuk atau menjadi perantaranya," kata permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X itu.
Menurut dia, orangtua yang memaksa anaknya menikah masih di bawah umur jelas tidak diperbolehkan. Anak perempuan baru boleh menikah bila telah berusia di atas 16 tahun. Sedang laki-laki harus lebih dewasa lagi atau di atas umur 17 tahun.
Di hadapan ratusan peserta Temu Anak Nasional se-Indonesia, Hemas mengatakan, sampai saat ini masih banyak terjadi kasus perdagangan anak. Kasus itu tidak hanya terjadi di kota-kota besar di Indonesia, tapi juga di beberapa daerah perbatasan seperti di Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Medan Sumatera Utara, dll.
"Anak-anak diperdagangkan oleh orangtuanya atau orang lain untuk dijadikan PSK atau pelacur. Ini harus diwaspadai dan tidak boleh terjadi," katanya.
Dalam acara yang berlangsung selama 3 hari itu, peserta membacakan Deklarasi Anak Indonesia. Peserta menyatakan jangan ada lagi perdagangan anak di Indonesia. Mereka menentang perdagangan anak karena merupakan kejahatan dan merugikan martabat anak. Mereka juga meminta aparat untuk membuka layanan 24 jam dan memperketat daerah-daerah yang rawan perdagangan anak.
"Undang-undang Perlindungan Anak harus ditegakkan untuk mencegah dan menghapus perdagangan anak. Orangtua harus bertanggung jawab terhadap perlindungan anak dan memfasilitasi anaknya memperoleh pendidikan," kata peserta Temu Anak Nasional saat membacakan deklarasi Anak Indonesia.
(bgs/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
