Selasa, 23/12/2008 11:29 WIB

Anas: Buku 'Trilogi Dosa SBY-JK' Bentuk Kampanye Negatif

Iin Yumiyanti - detikNews
Jakarta - Buku 'Trilogi Dosa SBY-JK' yang ditulis dosen FISIP UI Boni Hargens membuat panas Partai Demokrat (PD). Partai pendukung SBY ini menilai buku tersebut merupakan bentuk kampanye dari kompetitor politik SBY-JK.

"Buku itu bagian dari kampanye negatif, bahkan boleh jadi merupakan bagian dari pembunuhan karakter SBY-JK," kata Ketua DPP PD Anas Urbaningrum, Selasa (23/12/2008).

Buku tersebut, menurut Anas, muncul sangat boleh jadi karena ada pihak yang panik terhadap kecenderungan publik yang makin percaya kepada SBY. PD merasa tidak perlu khawatir meskipun buku tersebut dinilai cenderung destruktif. Capaian dan keberhasilan SBY tidak akan bisa dihapus oleh buku tersebut.

"Kami tidak khawatir karena rakyat makin cerdas dan rasional. Seribu buku seperti itu tidak akan menggoyahkan popularitas dan elektabilitas SBY," kata Anas.

Buku Trilogi Dosa SBY-JK diluncurkan Boni Hargens di Galeri Kafe, Taman Ismail Marzuki, Jakpus, Senin (22/12/2008) kemarin. Acara itu dihadiri capres independen Fadjroel Rachman dan kandidat capres PBR Rizal Ramli.

Trilogi Dosa SBY-JK berisi tentang kegagalan-kegagalan SBY-JK selama memerintah. Buku itu mengurai, di bidang ekonomi, pemerintahan SBY-JK tidak memenuhi janjinya untuk mengurangi persentase angka kemiskinan dan pengangguran. Bahkan kemiskinan dan pengangguran meningkat secara cukup dramatis setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan subsidi BBM.

Di bidang hukum dan HAM, pemerintah SBY masih pada tahap retorika politik yang tidak disertai political will dan komitmen moral untuk menjunjung tinggi hukum dan kemanusiaan.

Di bidang sosial, pemerintah dinilai gagal membangun integrasi sosial kebangsaan antar kelompok yang beragam di tengah masyarakat. Munculnya ormas yang bersenjata yang pada kesempatan tertentu melakukan intimidasi terhadap kelompok lain di masyarakat merupakan bukti kegagalan negara membangun negara yang harmonis dan tenteram.

Selain menulis 'Trilogi Dosa Politik SBY-JK', Boni Hargens pernah menulis '10 Dosa Politik SBY-JK' pada tahun 2007. Di tahun yang sama, dosen FISIP UI ini juga pernah menjadi editor buku yang ditulis oleh Ketua Fraksi PDIP DPR Tjahjo Kumolo.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iy/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%