Sepasang Panda: Tanda Persahabatan China Untuk Taiwan
Selasa, 23/12/2008 10:38 WIB
Reuters
Chengdu
Sepasang panda raksasa 'pindah kampung' dari pegunungan Sichuan di China menuju Taiwan. 'Hadiah' tersebut disebutkan untuk menunjukkan niat baik pemerintah Beijing untuk memperbaiki hubungannya dengan Taipei.
Tuan Tuan dan Yuan Yuan, yang bila digabung berarti "bersatu", dipindahkan dari tempat pemeliharaan mereka di Sichuan untuk kemudian diterbangkan ke Pulau Taiwan. Tak pelak lagi, hal itu mengundang kesedihan bagi Qu Chunmao, penjaga kedua panda tersebut di tempat pemeliharaan panda di Ya'an sdih.
Dikabarkan kantor berita Xinhua, Qu menangis. "Saya berharap mereka bahagia di Taiwan," ungkapnya sedih sebagaimana yang dilansir Reuters, Selasa (23/12/2008).
Diperkirakan, 'diplomasi Panda' ini merupakan bagian dari upaya pemerintah China mengklaim kedaulatan atas Taiwan yang menyatakan diri berpisah dari Beijing semenjak perang saudara tahun 1949. Sebelumnya, China pernah menawarkan sepasang panda pada tahun 2006 sebagai bagian dari upaya untuk meredam ketegangan setelah sekian dekade kedua negara selalu bersitegang. Namun, presiden Taiwan di kemudian hari yang anti-China menolak 'kado' tersebut.
Selama ini, panda hanya bisa ditemukan di pelosok belantara China, dan termasuk fauna yang terancam punah. Hal ini antara lain disebabkan karena lambatnya panda berkembang biak. Pihak kebun binatang di Taiwan sendiri menyatakan akan memelihara dengan baik kedua panda tersebut dan mengirim kembali bayi panda ke China untuk dirawat di kemudian hari. (alf/nrl)
Tuan Tuan dan Yuan Yuan, yang bila digabung berarti "bersatu", dipindahkan dari tempat pemeliharaan mereka di Sichuan untuk kemudian diterbangkan ke Pulau Taiwan. Tak pelak lagi, hal itu mengundang kesedihan bagi Qu Chunmao, penjaga kedua panda tersebut di tempat pemeliharaan panda di Ya'an sdih.
Dikabarkan kantor berita Xinhua, Qu menangis. "Saya berharap mereka bahagia di Taiwan," ungkapnya sedih sebagaimana yang dilansir Reuters, Selasa (23/12/2008).
Diperkirakan, 'diplomasi Panda' ini merupakan bagian dari upaya pemerintah China mengklaim kedaulatan atas Taiwan yang menyatakan diri berpisah dari Beijing semenjak perang saudara tahun 1949. Sebelumnya, China pernah menawarkan sepasang panda pada tahun 2006 sebagai bagian dari upaya untuk meredam ketegangan setelah sekian dekade kedua negara selalu bersitegang. Namun, presiden Taiwan di kemudian hari yang anti-China menolak 'kado' tersebut.
Selama ini, panda hanya bisa ditemukan di pelosok belantara China, dan termasuk fauna yang terancam punah. Hal ini antara lain disebabkan karena lambatnya panda berkembang biak. Pihak kebun binatang di Taiwan sendiri menyatakan akan memelihara dengan baik kedua panda tersebut dan mengirim kembali bayi panda ke China untuk dirawat di kemudian hari. (alf/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
