Terorisme Generasi Keempat Jauh Lebih Bahaya
Minggu, 21/12/2008 19:50 WIB
Jakarta
Terorisme generasi keempat yang sekarang tengah naik daun jauh lebih berbahaya dari genarasi sebelumnya. Terorisme model ini mengancam masyarakat sipil sehingga menimbulkan rasa takut dan menyebabkan warga paranoid.
"Pola teroris generasi keempat bisa mengenai siapa saja, tidak hanya aparat tapi juga masyarakat biasa," ujar pengamat intelejen Wawan Purwanto saat dihubungi detikcom, Minggu (21/12/2008).
Menurut Wawan, model serangan teroris generasi pertama lebih mengarah pada aparat dan bersifat sporadis. Masyarakat sipil relatif tidak mengalami kerugian secara langsung. Generasi kedua, serangan mereka lebih terorganisir, namun masih terukur.
Generasi ketiga, serangan mulai diarahkan pada instalasi aparat keamanan yang lebih luas. Generasi keempat, serangan sudah diarahkan ke masyarakat secara luas. "Bisa menyerang siapa saja. Yang diserang bukannya aparat tapi justru warga yang harus dilindungi aparat," ucapnya.
"Ini jauh lebih berbahaya dari sebelumnya, karena kalau aparat keamanan kan lebih siaga, lebih siap menerima serangan. Kalau menyerang masyarakat umum akan menciptakan rasa panik dan kehilangan percaya diri. Mereka jadi paranoid sebab serangan bisa terjadi kapan saja di mana saja. Ketika kita lagi santai-santai tiba-tiba diserang," lanjut Wawan.
Terorisme generasi ini juga lebih nyeleb alias suka di-blow up media. Sebab aksi-aksi mereka ditujukan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Dengan bantuan media massa, pesan mereka akan sampai ke tujuan.
Karena targetnya masyarakat sipil, maka menurut Wawan latihan antiteror semestinya perlu melibatkan masyarakat. "Kalau latihan yang tertutup memang ada, karena ada latihan khusus yang tidak terbuka untuk umum. Ada saatnya nanti ada latihan terbuka supaya masyarakat aware dengan kondisi terkini," ucap Wawan.
(sho/sho)
"Pola teroris generasi keempat bisa mengenai siapa saja, tidak hanya aparat tapi juga masyarakat biasa," ujar pengamat intelejen Wawan Purwanto saat dihubungi detikcom, Minggu (21/12/2008).
Menurut Wawan, model serangan teroris generasi pertama lebih mengarah pada aparat dan bersifat sporadis. Masyarakat sipil relatif tidak mengalami kerugian secara langsung. Generasi kedua, serangan mereka lebih terorganisir, namun masih terukur.
Generasi ketiga, serangan mulai diarahkan pada instalasi aparat keamanan yang lebih luas. Generasi keempat, serangan sudah diarahkan ke masyarakat secara luas. "Bisa menyerang siapa saja. Yang diserang bukannya aparat tapi justru warga yang harus dilindungi aparat," ucapnya.
"Ini jauh lebih berbahaya dari sebelumnya, karena kalau aparat keamanan kan lebih siaga, lebih siap menerima serangan. Kalau menyerang masyarakat umum akan menciptakan rasa panik dan kehilangan percaya diri. Mereka jadi paranoid sebab serangan bisa terjadi kapan saja di mana saja. Ketika kita lagi santai-santai tiba-tiba diserang," lanjut Wawan.
Terorisme generasi ini juga lebih nyeleb alias suka di-blow up media. Sebab aksi-aksi mereka ditujukan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Dengan bantuan media massa, pesan mereka akan sampai ke tujuan.
Karena targetnya masyarakat sipil, maka menurut Wawan latihan antiteror semestinya perlu melibatkan masyarakat. "Kalau latihan yang tertutup memang ada, karena ada latihan khusus yang tidak terbuka untuk umum. Ada saatnya nanti ada latihan terbuka supaya masyarakat aware dengan kondisi terkini," ucap Wawan.
(sho/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 03:07 WIB
Colong Aki Kereta Api, 2 Pencuri Dibekuk Polisi
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
