Kak SBY Prihatin Pramuka Dicibir
Kamis, 18/12/2008 12:31 WIB
Jakarta
Ikut kegiatan Pramuka memang asyik. Selain memperoleh banyak pendidikan kepemimpinan, Pramuka juga memberi banyak pengalaman yang menantang, seperti naik turun gunung, belajar tali temali dan sebagainya.
Namun akhir-akhir ini kegiatan Pramuka dianggap kegiatan yang jadul, alias jaman dahulu banget. Pendapat seperti ini dibantah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY pun meminta kepada generasi muda untuk tidak malu-malu mengikuti kegiatan kepanduan tersebut.
"Saya ingin katakan, sebagai kepala negara saya cinta Pramuka," ujar SBY di hadapan sekitar seratusan pengurus Pramuka Kwartir Nasional (Kwarnas) yang baru saja selesai melakukan Musyawarah Nasional (Munas) di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
SBY prihatin dengan banyaknya masyarakat yang mulai under estimate dengan kegiatan yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Sunaryo Atmodipuro ini. Seolah mencibir para pembenci Pramuka, SBY pun mengikuti perkataan mereka soal Pramuka.
"Hari gini masih pakai pakaian Pramuka," ujar SBY menirukan para pembenci
Pramuka disambut tawa hadirin.
Dengan bangga, kakek Aira ini menceritakan pengalaman pertamanya ikut Pramuka saat dia masih duduk di bangku SMP. Kala itu, SBY bangga ikut kegiatan Pramuka disaksikan langsung oleh Presiden Soekarno.
"Sebagai anggota Pramuka pada saat itu, saya mengikuti apel Pramuka pertama kali yang dihadiri oleh Presiden Soekarno di lapangan Pacitan," kenang SBY.
SBY pun merasa berhutang budi dengan Pramuka. Sebab, setelah dia mengikuti Pramuka yang menjunjung tinggi nilai kedisiplinan, kemampuan leadershipnya pun menjadi kian terasah.
"Ini bukan lips service. Tapi kita sendiri pernah merasakan sebagai Paramuka, dengan segala aktivitas di dalamnya." ujarnya.
SBY juga menjelaskan, dalam dua tahun terakhir dirinya telah merevitalisasi Pramuka yang selama ini dianggap tidak ada gunanya. "Ini menghargai hakikat reformasi. jangan dianggap ini adalah warisan orde sebelumnya yang harus ditinggal," pinta SBY.
Karikatur Kak SBY
Yang unik dalam acara ini, panitia membagi-bagikan Jurnal Munas yang cuma ada empat halaman, namun full colour. Dalam jurnal tersebut ada karikatur SBY yang memakai seragam lengkap Pramuka sedang menyirami tunas kelapa.
Di bawahnya, ada gambar anggota Pramuka yang bilang," Terimakasih, Kak (SBY) atas siramannya. Semoga kaum muda kita akan semakin mandiri dan cinta tanah air.
Salam Pramuka!!!
(anw/nrl)
Namun akhir-akhir ini kegiatan Pramuka dianggap kegiatan yang jadul, alias jaman dahulu banget. Pendapat seperti ini dibantah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY pun meminta kepada generasi muda untuk tidak malu-malu mengikuti kegiatan kepanduan tersebut.
"Saya ingin katakan, sebagai kepala negara saya cinta Pramuka," ujar SBY di hadapan sekitar seratusan pengurus Pramuka Kwartir Nasional (Kwarnas) yang baru saja selesai melakukan Musyawarah Nasional (Munas) di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
SBY prihatin dengan banyaknya masyarakat yang mulai under estimate dengan kegiatan yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Sunaryo Atmodipuro ini. Seolah mencibir para pembenci Pramuka, SBY pun mengikuti perkataan mereka soal Pramuka.
"Hari gini masih pakai pakaian Pramuka," ujar SBY menirukan para pembenci
Pramuka disambut tawa hadirin.
Dengan bangga, kakek Aira ini menceritakan pengalaman pertamanya ikut Pramuka saat dia masih duduk di bangku SMP. Kala itu, SBY bangga ikut kegiatan Pramuka disaksikan langsung oleh Presiden Soekarno.
"Sebagai anggota Pramuka pada saat itu, saya mengikuti apel Pramuka pertama kali yang dihadiri oleh Presiden Soekarno di lapangan Pacitan," kenang SBY.
SBY pun merasa berhutang budi dengan Pramuka. Sebab, setelah dia mengikuti Pramuka yang menjunjung tinggi nilai kedisiplinan, kemampuan leadershipnya pun menjadi kian terasah.
"Ini bukan lips service. Tapi kita sendiri pernah merasakan sebagai Paramuka, dengan segala aktivitas di dalamnya." ujarnya.
SBY juga menjelaskan, dalam dua tahun terakhir dirinya telah merevitalisasi Pramuka yang selama ini dianggap tidak ada gunanya. "Ini menghargai hakikat reformasi. jangan dianggap ini adalah warisan orde sebelumnya yang harus ditinggal," pinta SBY.
Karikatur Kak SBY
Yang unik dalam acara ini, panitia membagi-bagikan Jurnal Munas yang cuma ada empat halaman, namun full colour. Dalam jurnal tersebut ada karikatur SBY yang memakai seragam lengkap Pramuka sedang menyirami tunas kelapa.
Di bawahnya, ada gambar anggota Pramuka yang bilang," Terimakasih, Kak (SBY) atas siramannya. Semoga kaum muda kita akan semakin mandiri dan cinta tanah air.
Salam Pramuka!!!
(anw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
219 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
