Lembaga Survei Partisan Harus Transparan
Rabu, 17/12/2008 16:48 WIB
Jakarta
Lembaga survei yang bekerja sebagai tim sukses peserta pemilu harus transparan. Ketika mengumumkan hasil survei, lembaga itu harus menegaskan bahwa pihaknya terkait dengan peserta pemilu tertentu.
"Suatu lembaga survei jika dia menjadi tim sukses, ketika mengumumkan kepada publik, dia harus mengakui yang bersangkutan adalah tim sukses. Selain itu juga harus mengakui siapa yang membiayai dan berapa biayanya. Karena untuk Indonesia ini, untuk survei seluruh wilayah Indonesia, sangat terkait pendanaan," ujar Direktur Reform Institute Yudi Latief.
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi bertajuk 'Survei Pemilu untuk Siapa dan untuk Apa' di Kafe Galeri, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2008). Selain Yudi, hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut mantan anggota KPU Mulyana W Kusuma, Peneliti LP3ES Enceng Sobirin, dan anggota KPU I Gusti Putu Artha.
Selain itu, lembaga survei tersebut juga harus menyebutkan metode apa yang digunakan, kapan survei dilaksanakan, dan berapa sampelnya. "Misalnya, untuk survei seluruh Indonesia, minimal sampelnya 2.000 orang," ujar Yudi.
Yang paling penting dan tidak boleh dilupakan, lanjut Yudi, adalah penegasan lembaga itu bahwa hasil survei tersebut bukanlah suatu kepastian. Harus diterangkan bahwa survei ini hanya merupakan pendekatan saja, dan kepastian hasil tetap berada di tangan KPU. "Hal ini untuk mencegah terjadinya konflik-konflik dari hasil survei," ucapnya.
Sementara itu menurut Mulyana, usulan agar lembaga survei memperoleh akreditasi dari KPU sebenarnya tidak diperlukan. "Menurut saya masih ada agenda-agenda strategis lainnya yang seharusnya lebih dimaksimalkan KPU. Karena KPU masih banyak PR sampai hari ini," ucapnya.
Mulyana menambahkan, dalam demokrasi modern, lembaga survei tidak harus dibatasi ruang geraknya. Lembaga survei dapat bersifat independen, tapi juga tidak terlarang untuk partisan. Hal itu merupakan bagian dari pertarungan wacana dalam konteks pemenangan pemilu.
"Lembaga survei akan terusir dengan sendirinya dari medan interaksi wacana pemenangan pemilu apabila kinerja mereka menyimpang dari kaidah dan metode survei yang berlaku serta tidak mampu mengedepankan tanggung jawab publik," terangnya. (sho/iy)
"Suatu lembaga survei jika dia menjadi tim sukses, ketika mengumumkan kepada publik, dia harus mengakui yang bersangkutan adalah tim sukses. Selain itu juga harus mengakui siapa yang membiayai dan berapa biayanya. Karena untuk Indonesia ini, untuk survei seluruh wilayah Indonesia, sangat terkait pendanaan," ujar Direktur Reform Institute Yudi Latief.
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi bertajuk 'Survei Pemilu untuk Siapa dan untuk Apa' di Kafe Galeri, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2008). Selain Yudi, hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut mantan anggota KPU Mulyana W Kusuma, Peneliti LP3ES Enceng Sobirin, dan anggota KPU I Gusti Putu Artha.
Selain itu, lembaga survei tersebut juga harus menyebutkan metode apa yang digunakan, kapan survei dilaksanakan, dan berapa sampelnya. "Misalnya, untuk survei seluruh Indonesia, minimal sampelnya 2.000 orang," ujar Yudi.
Yang paling penting dan tidak boleh dilupakan, lanjut Yudi, adalah penegasan lembaga itu bahwa hasil survei tersebut bukanlah suatu kepastian. Harus diterangkan bahwa survei ini hanya merupakan pendekatan saja, dan kepastian hasil tetap berada di tangan KPU. "Hal ini untuk mencegah terjadinya konflik-konflik dari hasil survei," ucapnya.
Sementara itu menurut Mulyana, usulan agar lembaga survei memperoleh akreditasi dari KPU sebenarnya tidak diperlukan. "Menurut saya masih ada agenda-agenda strategis lainnya yang seharusnya lebih dimaksimalkan KPU. Karena KPU masih banyak PR sampai hari ini," ucapnya.
Mulyana menambahkan, dalam demokrasi modern, lembaga survei tidak harus dibatasi ruang geraknya. Lembaga survei dapat bersifat independen, tapi juga tidak terlarang untuk partisan. Hal itu merupakan bagian dari pertarungan wacana dalam konteks pemenangan pemilu.
"Lembaga survei akan terusir dengan sendirinya dari medan interaksi wacana pemenangan pemilu apabila kinerja mereka menyimpang dari kaidah dan metode survei yang berlaku serta tidak mampu mengedepankan tanggung jawab publik," terangnya. (sho/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
219 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
