detikcom

Kasus Mahasiswa Bunuh Diri

Peran Keluarga Sangat Penting

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 17/12/2008 11:38 WIB
Jakarta Bunuh diri mahasiswa YAI Hendrawan Winata, 25, di Kampus Atmajaya, mengundang keprihatinan masyarakat. Keluarga mengakui jika Hendrawan selama ini sangat stres karena kuliah tidak kunjung selesai. Diduga kuat, Hendrawan sangat stres akibat masa kuliah tak kunjung lulus.

"Keberanian Hendrawan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari gedung menunjukan dia mengalami tingkat stres yang sangat berat. Apalagi bunuh diri bukan budaya Indonesia," kata psikolog keluarga, Kasandra Putranto kepada detikcom, Selasa (16/12/2008).

Guna mencegah bunuh diri akibat masalah perkuliahan, dia berharap keluarga harus tetap menjalin komunikasi meski cuma makan malam bersama sepekan sekali. Dalam pertemuan keluarga itu, perlu pengungkapan permasalahan sehingga bisa saling memahami sesama anggota keluarga.

"Tapi jangan bertanya dengan nada menghakimi. Seperti, kamu ko kuliah tidak selesai-selesai. Tapi dengan pertanyaan yang terbuka seperti, kamu ada masalah apa, apa ada yang bisa ibu bantu dengan skripsimu," ujarnya.

Pendapat ini dibenarkan oleh alumni FE Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto angkatan 2000, Pamudji Widodo, yang menyelesaikan kuliah selama 8 tahun 2 bulan. Menurutnya, hal yang terpenting mendorong dia akhirnya lulus adalah peran keluarga.

"Orang tua saya selalu bilang, yang penting lulus, gak masalah lama atau cepat. Padahal saya merasa sangat stres waktu itu karena berbagai hal terkait kelulusan saya," kisahnya kepada detikcom. (asp/gah)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel