Kebun Sawit di Hutan Lindung Bukit Suligi Riau akan Dimusnahkan
Selasa, 16/12/2008 16:07 WIB
Pekanbaru
Hutan Lindung Bukit Suligi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau kondisinya porak poranda. Selain kayu alam sudah dibabat, kawasan itu malah dijadikan perkebunan kelapa sawit. Departamen Kehutanan akan memusnahkah seluruh perkebunan sawit tersebut tanpa ganti rugi.
"Kebun kelapa sawit yang berada di hutan lindung tersebut jelas menyalahi aturan. Karena itu kita tidak kenal kompromi dan akan memusnahkan seluruh pohon sawit yang ada di sana. Dan tidak akan ada ganti rugi dalam urusan ini," kata Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Rachmad Siddik kepada wartawan, Selasa (16/12/2008) di Pekanbaru.
Dia menjelaskan, dari 30 ribu hektar hutan lindung Bukit Suligi, diperkirakan hanya tersisa sekitar 500 hektar saja yang masih memiliki tutupan hutan. Selebihnya telah disulap menjadi perkebunan sawit. Upaya pemusnahan kebun sawit ini sudah berlangsung dalam dua hari terakhir ini berhasil membongkar 4.810 pohon sawit.
"Upaya pemusnahan akan terus dilakukan. Target kita pada akhir desember ini dapat membongkar sekitar 100 hektar. Dalam dua bulan terakhir ini saja, kita sudah memusnakan sekitar 21 hektar," kata Siddik.
Sidiik menjelaskan, pemulihan fungsi kawasan ini mendesak karena Bukit Suligi merupakan area tangkapan air di bagian hulu sejumlah sungai besar di Riau. Seperti Sungai Rokan, Tapung dan Siak. Namun belakangan ini area tangkapan air semakin berkurang karena beralihfungsi menjadi perkebunan kelapa sawit milik warga.
Sementara itu Direktur Walhi Riau, Johny S Mundung, mengatakan tindakkan pembongkaran sawit ini dinilai terlambat. Sebab, sawit itu sendiri sebagian besar telah dipanen masyarakat. Ini membuktikan, bahwa telah terjadi keteledoran pihak Dinas Kehutanan baik tingkat provinsi maupun kabupaten setempat.
"Kita balik bertanya, sewaktu hutan lindung dirambah warga dan para toke kayu mengapa dibiarkan saja. Selain kayu alam sudah musnah, kini hutan lindung Suligi malah jadi perkebunan sawit. Kondisi ini membuktikan, betapa lemahnya pemerintah kita dalam menyelematkan kawasan hutan lindung yang tersisa. Giliran sudah berubah fungsi, baru mereka bertindak," kata Mundung.
Catatan Walhi, tidak hanya Hutan Lindung Bukit Suligi saja yang sudah berubah fungsi. Kawasan hutan lindung Taman Raya, hutan lindung Mahato, hutan lindung Rimbang dan Baling, yang ada di Riau juga mengalami nasib yang sama. Semua kawasan lindung itu juga disulap menjadi perkebunan sawit ribuan hektar milik sejumlah pengusaha juga oknum dinas kehutanan sendiri.
"Bukan hal yang baru di Riau ini kalau kawasan hutan lindung menjadi perkebunan sawit. Kawasan hutan berstatus Taman Nasional sekalipun di Riau ini disulap menjadi perkebunan sawit," kata Mundung. (cha/djo)
"Kebun kelapa sawit yang berada di hutan lindung tersebut jelas menyalahi aturan. Karena itu kita tidak kenal kompromi dan akan memusnahkan seluruh pohon sawit yang ada di sana. Dan tidak akan ada ganti rugi dalam urusan ini," kata Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Rachmad Siddik kepada wartawan, Selasa (16/12/2008) di Pekanbaru.
Dia menjelaskan, dari 30 ribu hektar hutan lindung Bukit Suligi, diperkirakan hanya tersisa sekitar 500 hektar saja yang masih memiliki tutupan hutan. Selebihnya telah disulap menjadi perkebunan sawit. Upaya pemusnahan kebun sawit ini sudah berlangsung dalam dua hari terakhir ini berhasil membongkar 4.810 pohon sawit.
"Upaya pemusnahan akan terus dilakukan. Target kita pada akhir desember ini dapat membongkar sekitar 100 hektar. Dalam dua bulan terakhir ini saja, kita sudah memusnakan sekitar 21 hektar," kata Siddik.
Sidiik menjelaskan, pemulihan fungsi kawasan ini mendesak karena Bukit Suligi merupakan area tangkapan air di bagian hulu sejumlah sungai besar di Riau. Seperti Sungai Rokan, Tapung dan Siak. Namun belakangan ini area tangkapan air semakin berkurang karena beralihfungsi menjadi perkebunan kelapa sawit milik warga.
Sementara itu Direktur Walhi Riau, Johny S Mundung, mengatakan tindakkan pembongkaran sawit ini dinilai terlambat. Sebab, sawit itu sendiri sebagian besar telah dipanen masyarakat. Ini membuktikan, bahwa telah terjadi keteledoran pihak Dinas Kehutanan baik tingkat provinsi maupun kabupaten setempat.
"Kita balik bertanya, sewaktu hutan lindung dirambah warga dan para toke kayu mengapa dibiarkan saja. Selain kayu alam sudah musnah, kini hutan lindung Suligi malah jadi perkebunan sawit. Kondisi ini membuktikan, betapa lemahnya pemerintah kita dalam menyelematkan kawasan hutan lindung yang tersisa. Giliran sudah berubah fungsi, baru mereka bertindak," kata Mundung.
Catatan Walhi, tidak hanya Hutan Lindung Bukit Suligi saja yang sudah berubah fungsi. Kawasan hutan lindung Taman Raya, hutan lindung Mahato, hutan lindung Rimbang dan Baling, yang ada di Riau juga mengalami nasib yang sama. Semua kawasan lindung itu juga disulap menjadi perkebunan sawit ribuan hektar milik sejumlah pengusaha juga oknum dinas kehutanan sendiri.
"Bukan hal yang baru di Riau ini kalau kawasan hutan lindung menjadi perkebunan sawit. Kawasan hutan berstatus Taman Nasional sekalipun di Riau ini disulap menjadi perkebunan sawit," kata Mundung. (cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
219 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
