FPKS: Kalau Lia Eden Ngaku Nabi di Bulan Nggak Masalah, Bukan di Sini
Selasa, 16/12/2008 10:56 WIB
(Foto: dok detikcom)
Terkait
Jakarta
Beberapa aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) keberatan dengan penangkapan Lia Eden dengan alasan sebuah keyakinan tidak bisa diadili. Namun, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) memandang hal tersebut sebagai suatu kekeliruan.
"Kalau Lia Eden mengaku nabi di bulan sana sih nggak masalah. Tapi ini ngakunya di sini, di negeri yang ada agama-agama sah dan secara resmi diakui," ujar Ketua FPKS Mahfud Sidik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2008).
Menurutnya, memang suatu keyakinan tidak bisa diadili. Tetapi ketika suatu keyakinan itu telah menodai dan merusak keyakinan yang lain, tentu menjadi persoalan.
"Lebih lagi ini berkaitan langsung dengan agama Islam sendiri yang menyatakan tidak ada nabi selain Nabi Muhammad yang terakhir. Jelas-jelas ini mengganggu," kata dia.
FPKS, lanjut Mahfud, mendukung tindakan tegas aparat kepolisian yang telah menangkap Lia Eden. FPKS juga meyakini tidak ada kontroversi dari kalangan pemuka-pemuka agama terkait penangkapan perempuan yang mengaku Jibril ruhul quddus itu.
"Yang penting proses peradilannya harus segera dituntaskan. Sehingga ini kemudian tidak menjadi ajang polemik dan ajang politisasi. Karena kita negara hukum, di mana letak kesalahannya dan apa sanksinya itu saja," imbuh Mahfud.
PKS juga berharap penangkapan Lia Eden dapat memberi pelajaran terhadap pihak-pihak lain yang ingin mencoba melakukan hal yang sama.
(nwk/iy)
"Kalau Lia Eden mengaku nabi di bulan sana sih nggak masalah. Tapi ini ngakunya di sini, di negeri yang ada agama-agama sah dan secara resmi diakui," ujar Ketua FPKS Mahfud Sidik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2008).
Menurutnya, memang suatu keyakinan tidak bisa diadili. Tetapi ketika suatu keyakinan itu telah menodai dan merusak keyakinan yang lain, tentu menjadi persoalan.
"Lebih lagi ini berkaitan langsung dengan agama Islam sendiri yang menyatakan tidak ada nabi selain Nabi Muhammad yang terakhir. Jelas-jelas ini mengganggu," kata dia.
FPKS, lanjut Mahfud, mendukung tindakan tegas aparat kepolisian yang telah menangkap Lia Eden. FPKS juga meyakini tidak ada kontroversi dari kalangan pemuka-pemuka agama terkait penangkapan perempuan yang mengaku Jibril ruhul quddus itu.
"Yang penting proses peradilannya harus segera dituntaskan. Sehingga ini kemudian tidak menjadi ajang polemik dan ajang politisasi. Karena kita negara hukum, di mana letak kesalahannya dan apa sanksinya itu saja," imbuh Mahfud.
PKS juga berharap penangkapan Lia Eden dapat memberi pelajaran terhadap pihak-pihak lain yang ingin mencoba melakukan hal yang sama.
(nwk/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
