detikcom

Penurunan BBM

Hak Ekonomi Rakyat Belum Sepenuhnya Dikembalikan

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Senin, 15/12/2008 21:30 WIB
Jakarta Upaya pemerintah menurunkan harga BBM secara bertahap, dinilai belum cukup membantu rakyat. Pemerintah dinilai masih mengambil hak ekonomi rakyat lebih banyak dari yang sudah dikembalikan.

"Dalam bahasa ekonomi, untuk masalah BBM, withdrawal lebih besar dari injection," ujar anggota Komisi XI FPAN Drajad Wibowo kepada detikcom, Senin (15/12/2008).

Ekonom dari FPAN ini juga mengatakan, seharusnya BBM kembali turun ke level sebelum Maret 2005. Idealnya harga premium dan solar berkisar di angka Rp 4.000 atau kurang.

Di sisi politik, Drajad menilai penurunan harga BBM ini sebagai upaya menaikkan pamor SBY menjelang akhir pemerintahan. Layaknya seorang emiten yang memoles laporan keuangan untuk menaikkan harga saham menjelang tutup tahun.

"Pemerintah memoles kebijakan publik, supaya harga atau ratingnya naik menjelang Pemilu," jelasnya.

Namun Drajad tetap menghargai upaya pemerintah kali ini. Meski sedikit, namun dampaknya tetap ada bagi para pelakuk usaha.

"Sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat menengah bawah, menolong daya beli dan mengurangi biaya pokok dari pelaku usaha," kata Drajad. (mad/mad)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel