Himpunan Nelayan Minta Solar Bersubsidi Khusus
Senin, 15/12/2008 17:49 WIB
Jakarta
Pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari Rp 5.500 per liter menjadi Rp 4.800 perliter. Penurunan harga solar ini masih memberatkan para nelayan, sehingga Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) meminta subsidi khusus solar.
"Pemerintah tidak punya hati nurani, sejak solar naik menjadi Rp 4.500 tahun 2005 para nelayan kolap, apalagi dengan harga Rp 5.500. Pemerintah tidak care dengan nasib nelayan yang miskin," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat HNSI, Yussuf Solichien Martadiningrat dalam jumpa pers di kantornya Gedung Cawang Kencana, Cawang, Jakarta, Senin (15/12/2008).
Menurut Yussuf, sebelum pemerintah mengumumkan penurunan BBM Solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 4.800 per liter tadi malam. Pihaknya sudah tiga kali mengajukan surat permintan subsidi khusus solar bagi nelayan kepada Presiden SBY.
"Surat permohonan itu kita kirim tiga kali, Februari, Juli dan tanggal 3 Desember kemarin. Kita minta ada perhatian khusus kepada nelayan yang semakin terpuruk," jelasnya.
Yussuf mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lautan yang sangat luas serta hampir 20 sampai 30 juta penduduknya tinggal di pesisir pantai.
"Ini yang tidak disadari pemerintah. Konsep pembangunan lebih diutamakan kepada darat dan persawahan, para petani disubsidi. Tapi sejak negeri ini berdiri, nelayan belum pernah mendapatkan subsidi dari pemerintah," sesal Yussuf yang pensiunan TNI dengan pangkat Mayor Jenderal TNI Marinir (Purn) ini.
Oleh sebab itu, Yussuf memohon kepada Presiden SBY dan Komisi VII DPR agar tidak diskriminatif. "Petani dan nelayan sama-sama miskin, tapi kenapa subsidi kepada petani saja," tegasnya lagi.
Diterangkan Yussuf, pihaknya meminta subsidi khusus solar kepada nelayan dengan harga Rp 2.500 per liter. Alasannya, hampir 50 persen hingga 70 persen biaya operasi melaut bagi nelayan habis untuk BBM.
"Kalau turun cuma Rp 4.800 per liter, ini tidak akan membantu apa-apa, tidak akan mampu membangkitkan keterpurukan nelayan Indonesia," tandasnya.
HNSI, lanjut Yussuf, berasumsi dengan harga solar subsidi khusus Rp 2.000 per liter justru dapat menghidupi nelayan dan keluarganya. Karena dengan kenaikan sebelumnya kehidupan nelayan nyaris memperihatinkan, bahkan banyak pencarian nafkah berhenti alias mati total.
Ditambahkan Yussuf, jumlah kapal ikan Indonesia ada 562.720 unit, terdiri dari 244.190 unit kapal tanpa motor, 165.430 unit kapal motor tempel, 146.330 unit kapal motor, 5.030 unit kapal di atas 30 GT dan 1.740 unit kapal di atas 100 GT.
"Bila dihitung jumlah kapal ikan yang ada ini (bermotor) sekitar 316.790 unit, maka subsidi solar untuk nelayan tidak lebih Rp 10 triliun. Bandingkan dengan subsidi bagi petani yang mencapai Rp 30 triliun," jelasnya lagi. (zal/rdf)
"Pemerintah tidak punya hati nurani, sejak solar naik menjadi Rp 4.500 tahun 2005 para nelayan kolap, apalagi dengan harga Rp 5.500. Pemerintah tidak care dengan nasib nelayan yang miskin," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat HNSI, Yussuf Solichien Martadiningrat dalam jumpa pers di kantornya Gedung Cawang Kencana, Cawang, Jakarta, Senin (15/12/2008).
Menurut Yussuf, sebelum pemerintah mengumumkan penurunan BBM Solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 4.800 per liter tadi malam. Pihaknya sudah tiga kali mengajukan surat permintan subsidi khusus solar bagi nelayan kepada Presiden SBY.
"Surat permohonan itu kita kirim tiga kali, Februari, Juli dan tanggal 3 Desember kemarin. Kita minta ada perhatian khusus kepada nelayan yang semakin terpuruk," jelasnya.
Yussuf mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lautan yang sangat luas serta hampir 20 sampai 30 juta penduduknya tinggal di pesisir pantai.
"Ini yang tidak disadari pemerintah. Konsep pembangunan lebih diutamakan kepada darat dan persawahan, para petani disubsidi. Tapi sejak negeri ini berdiri, nelayan belum pernah mendapatkan subsidi dari pemerintah," sesal Yussuf yang pensiunan TNI dengan pangkat Mayor Jenderal TNI Marinir (Purn) ini.
Oleh sebab itu, Yussuf memohon kepada Presiden SBY dan Komisi VII DPR agar tidak diskriminatif. "Petani dan nelayan sama-sama miskin, tapi kenapa subsidi kepada petani saja," tegasnya lagi.
Diterangkan Yussuf, pihaknya meminta subsidi khusus solar kepada nelayan dengan harga Rp 2.500 per liter. Alasannya, hampir 50 persen hingga 70 persen biaya operasi melaut bagi nelayan habis untuk BBM.
"Kalau turun cuma Rp 4.800 per liter, ini tidak akan membantu apa-apa, tidak akan mampu membangkitkan keterpurukan nelayan Indonesia," tandasnya.
HNSI, lanjut Yussuf, berasumsi dengan harga solar subsidi khusus Rp 2.000 per liter justru dapat menghidupi nelayan dan keluarganya. Karena dengan kenaikan sebelumnya kehidupan nelayan nyaris memperihatinkan, bahkan banyak pencarian nafkah berhenti alias mati total.
Ditambahkan Yussuf, jumlah kapal ikan Indonesia ada 562.720 unit, terdiri dari 244.190 unit kapal tanpa motor, 165.430 unit kapal motor tempel, 146.330 unit kapal motor, 5.030 unit kapal di atas 30 GT dan 1.740 unit kapal di atas 100 GT.
"Bila dihitung jumlah kapal ikan yang ada ini (bermotor) sekitar 316.790 unit, maka subsidi solar untuk nelayan tidak lebih Rp 10 triliun. Bandingkan dengan subsidi bagi petani yang mencapai Rp 30 triliun," jelasnya lagi. (zal/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 09:08 WIB
Anggota Komisi I: Hindari Pemalsuan, TNI Harus Data Ulang Nopol Dinas
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
