Menkominfo: Harga BBM Turun Tak Terkait Pilpres
Senin, 15/12/2008 17:25 WIB
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta
Menkominfo M Nuh mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pendekatan curiga secara politik menyusul turunnya harga bahan bakar minyak (BBM).
"BBM dinaikkan salah, diturunkan salah dan didiamkan juga salah. Ini nggak ada kaitan dengan Pilpres," kata Nuh di Departemen Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2008).
Sebab, menurut Nuh, apabila dikaitkan dengan pilpres maka Presiden SBY juga tidak akan berani menaikkan harga BBM 28 Mei lalu.
"Jadi sama sekali nggak konsekuen. Kalau dulu dinaikkan karena harga minyak dunia naik dan ketika harga minyak dunia turun malah nggak diturunkan," ujar Nuh.
Jika minyak naik lagi, lanjut dia, pengusaha yang pesimis bisa menggunakan hitung-hitungan premium Rp 6.000 dan solar Rp 5.500. Pemerintah sudah memberi garansi.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Migas Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Evita Legowo, berdasarkan Peraturan Menteri nomor 38 tahun 2008, setiap bulan harga bahan bakar minyak akan dievaluasi.
Lalu bagaimana jika harga minyak dunia naik terus? "Pemerintah sudah menetapkan ceiling price. Jadi sementok-mentoknya harga premium Rp 6.000 dan sementok-mentoknya harga solar Rp 5.500, setidaknya untuk APBN 2009," papar dia.
Pemerintah menurunkan kembali harga bensin jenis premium dari Rp 5.500 menjadi Rp 5.000, atau turun Rp 500 per liter. (aan/iy)
"BBM dinaikkan salah, diturunkan salah dan didiamkan juga salah. Ini nggak ada kaitan dengan Pilpres," kata Nuh di Departemen Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2008).
Sebab, menurut Nuh, apabila dikaitkan dengan pilpres maka Presiden SBY juga tidak akan berani menaikkan harga BBM 28 Mei lalu.
"Jadi sama sekali nggak konsekuen. Kalau dulu dinaikkan karena harga minyak dunia naik dan ketika harga minyak dunia turun malah nggak diturunkan," ujar Nuh.
Jika minyak naik lagi, lanjut dia, pengusaha yang pesimis bisa menggunakan hitung-hitungan premium Rp 6.000 dan solar Rp 5.500. Pemerintah sudah memberi garansi.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Migas Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Evita Legowo, berdasarkan Peraturan Menteri nomor 38 tahun 2008, setiap bulan harga bahan bakar minyak akan dievaluasi.
Lalu bagaimana jika harga minyak dunia naik terus? "Pemerintah sudah menetapkan ceiling price. Jadi sementok-mentoknya harga premium Rp 6.000 dan sementok-mentoknya harga solar Rp 5.500, setidaknya untuk APBN 2009," papar dia.
Pemerintah menurunkan kembali harga bensin jenis premium dari Rp 5.500 menjadi Rp 5.000, atau turun Rp 500 per liter. (aan/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 09:08 WIB
Anggota Komisi I: Hindari Pemalsuan, TNI Harus Data Ulang Nopol Dinas
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
