detikcom

Ancaman Pembunuhan Bulyan

Panglima TNI: Belum Ada Anggota yang Terindikasi Terlibat

Didit Tri Kertapati - detikNews
Minggu, 14/12/2008 13:48 WIB
Jakarta Terdakwa kasus korupsi pengadaan kapal patroli Ditjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan (Dephub), Bulyan Royan, mengaku diancam akan dibunuh oleh seorang oknum anggota TNI. Panglima TNI Djoko Santoso pun mengaku belum menerima laporan ancaman terhadap mantan anggota DPR tersebut.

"Sampai sejauh ini belum ada laporan ke TNI," kata Panglima TNI Djoko Santoso usai acara jalan santai memperingati Hari Ibu Ke-80 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (14/12/2008).

Djoko menjelaskan, sampai saat ini pihaknya pun belum mencium ada anggotanya yang terindikasi melakukan ancaman pembunuhan tersebut. "Tidak ada indikasi siapa melakukan tindakan dimaksud. Belum ada," cetusnya.

Namun demikian, Djoko berjanji akan memeriksa siapa saja anngotanya yang diduga melakukan ancaman kepada mantan anggota Komisi V DPR tersebut. "Nanti kita akan periksa, kita akan proses apa langkah-langkahnya. Kan kita menganut asas praduga tak bersalah," pungkasnya.

Bulyan Royan blak-blakan mengaku diancam akan dibunuh oleh oknum TNI usai persidangan di Pengadilan Tipikor, 10 Desember 2008. Bulyan dan si pengancam yang berpangkat perwira menengah itu bertemu di Rutan Polda selama 1 jam pada Kamis 4 Desember 2008. Oknum TNI tersebut juga pernah mendatangi rumah Bulyan dan mengancam membunuh Bulyan dan keluarganya.

(lrn/iy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel