Kamis, 11/12/2008 13:26 WIB

'Groupies' Muchdi Pr Meriahkan Sidang Munir

Reza Yunanto - detikNews
Jakarta - Bukan hanya artis atau grup musik ternama memiliki 'groupies'. Muchdi Pr yang didakwa terlibat pembunuhan Munir ternyata punya kelompok penggemar. Cukup terorganisir dan punya kaos seragam pula.

Anggota 'groupies' Muchdi PR ini terdiri dari puluhan pria berbadan kekar yang menamakan diri "Solidaritas Untuk Kebebasan Muchdi". Pada detikcom mereka mengaku berasal dari organisasi Forum Betawi Rempug (FBR) dan Tapak Suci (perguruan pencak silat di mana Muchdi Pr duduk sebagai pembinanya).

Mereka hadir di sidang kasus Munir dengan agenda pembacaan pledoi Muchdi Pr, Kamis (11/12/2008), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kelompok kecil ini tampil dengan kaos seragam warna kuning dan biru yang masing-masing bertuliskan "Lawan Intervensi Asing" dan "Demi Keadilan, Bebaskan Muchdi".

Kedatangan mereka benar-benar 'memeriahkan suasana' sidang. Hingga berakhirnya sidang yang berlangsung sejak 08.00 WIB, berulang kali 'groupies' itu meneriakkan pekik "Bebaskan Muchdi".

Uniknya tidak ada teguran meluncur dari mulut majelis hakim, layaknya keributan dalam sidang pengadilan kasus lainnya. Sementara Muchdi yang dielu-elukan, juga tetap duduk tenang di kursi terdakwa menyimak pledoi yang dibacakan tim kuasa hukumnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(lh/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%