Detik.com News
Detik.com

Kamis, 11/12/2008 12:32 WIB

Bangkrut, Mantan Pengusaha Kaya Ingin Jual Ginjal

Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Hidup bagai roda berputar. Pepatah ini dialami DI (30), mantan pengusaha kaya. Ia bangkrut dan kini kelimpungan untuk membiayai keluarga. Setelah semua upaya yang dilakukan mentok, akhirnya DI berencana menjual ginjalnya. Harga dipatok Rp 70 juta.

Mirip-mirip kisah sinetron memang. Tapi cerita DI ini bukanlah fiktif. Usaha DI yang bangkrut membuat lulusan Jerman ini tidak lagi memiliki apa-apa. Menjual bagian tubuhnya dipikir DI merupakan solusi terbaik.

"Saya dulu punya perusahaan di bidang desain grafis dan konstruksi, tapi bangkrut. Saya tidak punya apa-apa lagi sekarang. Tempat tinggal pun numpang di mertua," kata DI saat berbincang dengan detikcom, Kamis (11/12/2008).

Niat DI ini sebenarnya tidak mendapat restu dari sang istri. Tapi, DI, arsitek lulusan Jerman ini mengaku tidak punya pilihan lain.

"Peralatan saya untuk kerja sudah tidak ada lagi. Kalau mau buka usaha lagi, saya nggak punya modal. Insya Allah dari hasil penjualan ginjal ini saya bisa menghidupkan lagi usaha saya dari bawah," kata pria yang belum dikaruniai anak ini.

Sebenarnya, DI telah berusaha mencari bantuan pinjaman dari rekan-rekannya, namun tidak berhasil. "Cuma jual ginjal alternatif saya. Banyak orang yang nasibnya ada di tangan saya. Karyawan-karyawan saya sekarang hidupnya susah," ujarnya.

Apa tidak akan menyesal? "Ya mau bagaimana lagi. Saya nggak punya pilihan," ujarnya lirih. Sayang, DI tidak mau ditulis nama lengkapnya, dengan alasan yang sangat pribadi.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ken/iy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%