Jamaah Sattariyah Padang Pariaman Juga Baru Salat Id Hari Ini
Rabu, 10/12/2008 11:52 WIB
Padang
Terlambat dua hari dari jadwal resmi yang ditetapkan pemerintah, ribuan umat muslim pengikut Tarekat Sattariyah di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan salat Idul Adha hari ini, Rabu (10/12/2008) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, salat Id pengikut ulama kharismatik Syech Burhanuddin Ulakan tersebut dilaksanakan di sejumlah mesjid dan musala, di antaranya musala Nurul Yakin yang terletak di Komplek Pesantren Nurul Yakin, Kecamatan Tujuh Koto, Sungai Sariak, Padang Pariaman.
Seperti perayaan Idul Adha pada umumnya, pemotongan dan pembagian daging hewan qurban dilaksanakan usai salat Id.
Meski sama-sama penganut tarekat Sattariyah, pada Selasa (9/12/2008) seribuan jamaah tarekat Sattariyah di kota Padang melakukan salat Idul Adha atau sehari lebih cepat dibandingkan pengikut Tarekat Sattariyah di kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Terdapat sekitar 35 surau dan mushala Sattariyah di kota Padang yang sebagian besarnya terletak di kecamatan Koto Tangah.
"Ada sekitar seribu lebih jamaah Sattariyah di kota Padang. Penentuan masuknya Idul Adha ditentukan pemimpin Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Batang Kabung, Koto Tangah, Padang," ujar Ustad Afriyono (30) usai memimpin salat Id di Mushala Darul Salam, Simpang Kalumpang, Koto Tangah Padang, Selasa (9/12/2008).
Perbedaan penetapan masuknya Idul Adha antara pengikut Sattariyah Kota Padang dengan pengikut di kabupaten Padang Pariaman dan kota Pariaman, menurut Afriyono, karena adanya perbedaan penetapan awal bulan antara hari Rabu dan Kamis.
"Sejak zaman guru kami Syech Haji Salif sekitar 1960-an, kami sudah menetapkan awal bulan pada Rabu, sedangkan di Ulakan sehari sesudahnya," kata Afriyono.
Dijelaskan, guru Sattariyah yang masuk ke Sumatera Barat berjumlah lima orang, yakni Syech Burhanuddin di Ulakan (Padang Pariaman), Syech Muhammad Nasir di Koto Tangah (Padang), Datuak Maruhum Panjang atau Tuan Kadi Padang Gantiang (Tanah Datar), Syech Buyuang Mudo (Pesisir Selatan), dan Syech Tarapang (Kubang Tigobaleh, Solok). Kelima guru tarekat Sattariyah tersebut sama-sama menimba ilmu dari tanah rencong, Aceh.
"Kami menetapkan masuknya Idul Adha dengan berpedoman pada hadist nabi yang menyebutkan, hitunglah harimu itu pada hari Rabu, Kamis, dan Ahad. Dengan demikian perbedaan itu adalah rahmat bukan sesuatu yang layak dipersoalkan," demikian ustad Afriyono. (yon/djo)
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, salat Id pengikut ulama kharismatik Syech Burhanuddin Ulakan tersebut dilaksanakan di sejumlah mesjid dan musala, di antaranya musala Nurul Yakin yang terletak di Komplek Pesantren Nurul Yakin, Kecamatan Tujuh Koto, Sungai Sariak, Padang Pariaman.
Seperti perayaan Idul Adha pada umumnya, pemotongan dan pembagian daging hewan qurban dilaksanakan usai salat Id.
Meski sama-sama penganut tarekat Sattariyah, pada Selasa (9/12/2008) seribuan jamaah tarekat Sattariyah di kota Padang melakukan salat Idul Adha atau sehari lebih cepat dibandingkan pengikut Tarekat Sattariyah di kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Terdapat sekitar 35 surau dan mushala Sattariyah di kota Padang yang sebagian besarnya terletak di kecamatan Koto Tangah.
"Ada sekitar seribu lebih jamaah Sattariyah di kota Padang. Penentuan masuknya Idul Adha ditentukan pemimpin Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Batang Kabung, Koto Tangah, Padang," ujar Ustad Afriyono (30) usai memimpin salat Id di Mushala Darul Salam, Simpang Kalumpang, Koto Tangah Padang, Selasa (9/12/2008).
Perbedaan penetapan masuknya Idul Adha antara pengikut Sattariyah Kota Padang dengan pengikut di kabupaten Padang Pariaman dan kota Pariaman, menurut Afriyono, karena adanya perbedaan penetapan awal bulan antara hari Rabu dan Kamis.
"Sejak zaman guru kami Syech Haji Salif sekitar 1960-an, kami sudah menetapkan awal bulan pada Rabu, sedangkan di Ulakan sehari sesudahnya," kata Afriyono.
Dijelaskan, guru Sattariyah yang masuk ke Sumatera Barat berjumlah lima orang, yakni Syech Burhanuddin di Ulakan (Padang Pariaman), Syech Muhammad Nasir di Koto Tangah (Padang), Datuak Maruhum Panjang atau Tuan Kadi Padang Gantiang (Tanah Datar), Syech Buyuang Mudo (Pesisir Selatan), dan Syech Tarapang (Kubang Tigobaleh, Solok). Kelima guru tarekat Sattariyah tersebut sama-sama menimba ilmu dari tanah rencong, Aceh.
"Kami menetapkan masuknya Idul Adha dengan berpedoman pada hadist nabi yang menyebutkan, hitunglah harimu itu pada hari Rabu, Kamis, dan Ahad. Dengan demikian perbedaan itu adalah rahmat bukan sesuatu yang layak dipersoalkan," demikian ustad Afriyono. (yon/djo)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 09:08 WIB
Anggota Komisi I: Hindari Pemalsuan, TNI Harus Data Ulang Nopol Dinas
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
