Sidang Aliran Dana BI
Paskah Suzetta Izinkan Hamka Yandhu Ambil Uang
Rabu, 03/12/2008 11:11 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta
Kasus aliran dana Bank Indonesia (BI) yang melibatkan banyak pejabat negara terus berkembang. Kali ini mantan ketua Komisi IX DPR Paskah Suzetta disebut mengetahui adanya pemberian sejumlah uang ke 52 anggota dewan.
"Saya dihubungi Antony untuk datang mengambil uang. Lalu saya konfirmasi pada Pak Paskah sebagai pimpinan," ujar Hamka Yandhu.
Hal tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan hakim dalam kasus aliran dana BI dengan agenda pemeriksaan terdakwa di pengadilan Tipikor Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2008).
Saat dimintai konfirmasi, Hamka mengaku bahwa Paskah memberi izin untuk melakukan pengambilan uang. Bahkan Hamka disuruh Paskah untuk menyaksikan proses transaksi.
"Datang saja," kata Hamka menirukan ucapan Paskah.
Hamka juga mengakui adanya pemberian uang dari BI melalui Rusli Simanjuntak dan Asnar Ashari dalam 4 tahap. Tahap pertama Rp 1,8 miliar, kedua Rp 5,5 miliar, ketiga Rp 9,45 miliar dan terakhir Rp 5,4 miliar.
"Kalau saya sendiri menerima Rp 500 juta," kata Hamka.
Uang tersebut dibagikan oleh Hamka kepada 52 anggota Komisi IX DPR saat itu. Menurut Hamka, rata-rata setiap anggota memperoleh Rp 75-100 juta dalam setiap tahapnya.
"Untuk pimpinan komisi agak lebih sedikit yang mulia," pungkasnya.
Kasus yang merugikan negara sebesar Rp 100 miliar ini sudah menjerat beberapa pejabat negara. Diantaranya mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang sudah divonis 5 tahun penjara dan mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan yang kini sudah ditahan.
(mad/rdf)
"Saya dihubungi Antony untuk datang mengambil uang. Lalu saya konfirmasi pada Pak Paskah sebagai pimpinan," ujar Hamka Yandhu.
Hal tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan hakim dalam kasus aliran dana BI dengan agenda pemeriksaan terdakwa di pengadilan Tipikor Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2008).
Saat dimintai konfirmasi, Hamka mengaku bahwa Paskah memberi izin untuk melakukan pengambilan uang. Bahkan Hamka disuruh Paskah untuk menyaksikan proses transaksi.
"Datang saja," kata Hamka menirukan ucapan Paskah.
Hamka juga mengakui adanya pemberian uang dari BI melalui Rusli Simanjuntak dan Asnar Ashari dalam 4 tahap. Tahap pertama Rp 1,8 miliar, kedua Rp 5,5 miliar, ketiga Rp 9,45 miliar dan terakhir Rp 5,4 miliar.
"Kalau saya sendiri menerima Rp 500 juta," kata Hamka.
Uang tersebut dibagikan oleh Hamka kepada 52 anggota Komisi IX DPR saat itu. Menurut Hamka, rata-rata setiap anggota memperoleh Rp 75-100 juta dalam setiap tahapnya.
"Untuk pimpinan komisi agak lebih sedikit yang mulia," pungkasnya.
Kasus yang merugikan negara sebesar Rp 100 miliar ini sudah menjerat beberapa pejabat negara. Diantaranya mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang sudah divonis 5 tahun penjara dan mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan yang kini sudah ditahan.
(mad/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
