Serangan Teroris di Mumbai
Tersangka Teroris Akui Dilatih Pakistan
Senin, 01/12/2008 18:27 WIB
(Foto: reuters)
Terkait
Mumbai
Salah seorang penyerang dalam serangan di kota Mumbai India Rabu (26/11/2008) lalu mengaku bahwa dirinya sempat menjalani pelatihan selama beberapa bulan di sebuah kamp militan Islam di wilayah Pakistan.
Pelatihan itu diadakan kelompok militan Lashkar-e-Taiba dan dipimpin oleh seorang mantan anggota tentara Pakistan, demikian keterangan polisi yang mendampingi penyerang tersebut dalam proses interogasi.
"Mereka menjalani pelatihan melalui beberapa fase, termasuk di dalamnya pelatihan memegang senjata, merakit bom, keterampilan bertahan hidup di alam bebas, bahkan juga peraturan mengenai makanan," ungkap seorang petugas lain yang tidak diizinkan menyebut namanya kepada kantor berita Reuters.
Nama Lashkar-e-Taiba sempat menjadi pusat perhatian ketika dahulu ikut angkat senjata melawan pemerintahan India di Kashmir.
Azam Amir Kasav, nama pemuda berusia 21 tahun yang lancar berbahasa Inggris yang berhasil ditangkap polisi tersebut juga mengakui bahwa kelompoknya "mendapat perintah di Pakistan."
Sebagaimana diberitakan detikcom, sepuluh orang militan merangsek ke jantung kota Mumbai dan kemudian melakukan aksi penembakan yang menewaskan 183 orang (sebagian menyebut 195) dan melukai ratusan lainnya.
Pakistan sendiri, melalui keterangan Presiden Asif Ali Zardari membantah keterlibatan negaranya dalam aksi teroris di kota Mumbai tersebut. Asif bahkan mengajak India untuk bersama-sama menumpas terorisme.
(alf/gah)
Pelatihan itu diadakan kelompok militan Lashkar-e-Taiba dan dipimpin oleh seorang mantan anggota tentara Pakistan, demikian keterangan polisi yang mendampingi penyerang tersebut dalam proses interogasi.
"Mereka menjalani pelatihan melalui beberapa fase, termasuk di dalamnya pelatihan memegang senjata, merakit bom, keterampilan bertahan hidup di alam bebas, bahkan juga peraturan mengenai makanan," ungkap seorang petugas lain yang tidak diizinkan menyebut namanya kepada kantor berita Reuters.
Nama Lashkar-e-Taiba sempat menjadi pusat perhatian ketika dahulu ikut angkat senjata melawan pemerintahan India di Kashmir.
Azam Amir Kasav, nama pemuda berusia 21 tahun yang lancar berbahasa Inggris yang berhasil ditangkap polisi tersebut juga mengakui bahwa kelompoknya "mendapat perintah di Pakistan."
Sebagaimana diberitakan detikcom, sepuluh orang militan merangsek ke jantung kota Mumbai dan kemudian melakukan aksi penembakan yang menewaskan 183 orang (sebagian menyebut 195) dan melukai ratusan lainnya.
Pakistan sendiri, melalui keterangan Presiden Asif Ali Zardari membantah keterlibatan negaranya dalam aksi teroris di kota Mumbai tersebut. Asif bahkan mengajak India untuk bersama-sama menumpas terorisme.
(alf/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 16:22 WIB
Pencapresan Ical Tergantung Hasil Pemilu 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
219 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
