Korupsi di Depkumham
SRD Bukan Inisiator Sisminbakum
Senin, 01/12/2008 15:52 WIB
Jakarta
PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) sebagai penyedia jasa sistem administrasi badan hukum (sisminbakum) di Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Depkum dan HAM buka suara seputar kasus dugaan korupsi dalam proyek itu. SRD mengaku bukan inisiator pembangunan Sisminbakum.
"Sebenarnya ada investor lain yang merupakan inisiator dan konseptor, tapi kemudian mengundurkan diri karena tidak mampu," kata kuasa hukum SRD yang baru ditunjuk, Marthen Pongrekun, dalam jumpa pers di Boundies Cafe, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (1/12/2008).
Marthen menyebut investor pertama itu bernama John Saroja, yang juga pernah diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi kasus sisminbakum. Karena mengundurkan diri, maka Koperasi Pengayoman Pegawai Depkumham diperintahkan untuk mencari investor baru.
SRD-lah, kata Marthen, perusahaan yang ditunjuk untuk melanjutkan Sisminbakum. Semua perangkat IT yang dimiliki John Saroja kemudian dibeli oleh SRD seharga Rp 512 juta.
"Namun, setelah diteliti, perangkat itu tidak dapat digunakan sepenuhnya. Sofware windows tidak mampu dan harus diganti dengan sofware Linux, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih besar," jelas Marthen seraya membantah berita bahwa uang Rp 512 juta itu merupakan modal SRD untuk menjalankan Sisminbakum.
Mengenai tuduhan Kejagung bahwa Depkumham tidak melakukan studi kelayakan lebih dulu terhadap SRD, Marthen menilai hal itu tidak perlu.
"Yang penting dia (SRD) bisa membuktikan kemampuannya dalam Sisminbakum ini. Dan sampai sekarang tidak ada masalah," pungkasnya.
Dugaan korupsi Sisminbakum Depkum HAM bermula pada 2001. Saat itu Ditjen AHU Departemen Kehakiman dan HAM (kini Depkumham) menerapkan pelayanan permohonan dan perubahan nama perusahaan melalui website www.sisminbakum.com.
Namun, dana yang masuk dari proyek tersebut tidak disetorkan ke kas negara, melainkan ke Koperasi Pegawai Depkum HAM dan SRD. Kerugian negara dalam kasus ini diduga mencapai Rp 400 miliar.
Kejagung menetapkan Romli Atmasasmita, yang pada waktu dimulainya proyek itu menjabat Dirjen AHU, sebagai tersangka. Selain itu, dua pejabat pengganti Romli, yakni Zulkarnain Yunus dan Syamsudin Manan Sinaga juga bernasib sama. Kejagung juga sudah memeriksa mantan Menkeh HAM Yusril Ihza Mahendra dan Hamid
Awaluddin sebagai saksi. (irw/nrl)
"Sebenarnya ada investor lain yang merupakan inisiator dan konseptor, tapi kemudian mengundurkan diri karena tidak mampu," kata kuasa hukum SRD yang baru ditunjuk, Marthen Pongrekun, dalam jumpa pers di Boundies Cafe, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (1/12/2008).
Marthen menyebut investor pertama itu bernama John Saroja, yang juga pernah diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi kasus sisminbakum. Karena mengundurkan diri, maka Koperasi Pengayoman Pegawai Depkumham diperintahkan untuk mencari investor baru.
SRD-lah, kata Marthen, perusahaan yang ditunjuk untuk melanjutkan Sisminbakum. Semua perangkat IT yang dimiliki John Saroja kemudian dibeli oleh SRD seharga Rp 512 juta.
"Namun, setelah diteliti, perangkat itu tidak dapat digunakan sepenuhnya. Sofware windows tidak mampu dan harus diganti dengan sofware Linux, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih besar," jelas Marthen seraya membantah berita bahwa uang Rp 512 juta itu merupakan modal SRD untuk menjalankan Sisminbakum.
Mengenai tuduhan Kejagung bahwa Depkumham tidak melakukan studi kelayakan lebih dulu terhadap SRD, Marthen menilai hal itu tidak perlu.
"Yang penting dia (SRD) bisa membuktikan kemampuannya dalam Sisminbakum ini. Dan sampai sekarang tidak ada masalah," pungkasnya.
Dugaan korupsi Sisminbakum Depkum HAM bermula pada 2001. Saat itu Ditjen AHU Departemen Kehakiman dan HAM (kini Depkumham) menerapkan pelayanan permohonan dan perubahan nama perusahaan melalui website www.sisminbakum.com.
Namun, dana yang masuk dari proyek tersebut tidak disetorkan ke kas negara, melainkan ke Koperasi Pegawai Depkum HAM dan SRD. Kerugian negara dalam kasus ini diduga mencapai Rp 400 miliar.
Kejagung menetapkan Romli Atmasasmita, yang pada waktu dimulainya proyek itu menjabat Dirjen AHU, sebagai tersangka. Selain itu, dua pejabat pengganti Romli, yakni Zulkarnain Yunus dan Syamsudin Manan Sinaga juga bernasib sama. Kejagung juga sudah memeriksa mantan Menkeh HAM Yusril Ihza Mahendra dan Hamid
Awaluddin sebagai saksi. (irw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
