detikcom
Senin, 01/12/2008 14:25 WIB

Supersemar Versi Online Mirip dengan Naskah yang Disimpan ANRI

Heri Winarno - detikNews
Foto: Dikhy S/detikcom
Jakarta - Ada 2 versi Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang disimpan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Isi surat Supersemar itu sama dengan versi online yang kini beredar. Yang beda hanya kop suratnya.

Data yang diperoleh detikcom dari ANRI, Senin (1/12/2008), versi pertama Supersemar, naskah terdiri dari satu lembar dengan logo burung Garuda di sisi kiri. Naskah ini berkop Presiden Republik Indonesia. Lalu di bawah kop ada tulisan SURAT-PERINTAH. Ada tanda tangan Soekarno di akhir naskah.

Sementara versi kedua, naskah terdiri dari 2 lembar dan tidak ada kopnya. Naskah langsung dimulai dengan tulisan SURAT PERINTAH. Tidak ada kop Presiden Republik Indonesia. Naskah juga tidak ada tanda tangan Soekarno.

Kedua versi itu terdiri dari 4 diktum yang isinya sama persis dengan versi online yang kini beredar. Dua versi Supersemar yang disimpan ANRI ini juga ditulis dengan ejaan lama. Kejanggalan dalam versi online juga ada dalam naskah milik ANRI tersebut. Dalam naskah yang ditulis dengan ejaan lama tersebut, nama Soeharto dan Soekarno ditulis dengan ejaan baru yaitu Suharto dan Sukarno.

Supersemar versi online sangat mirip dengan versi pertama yang disimpan Anri. Naskah sama-sama terdiri dari satu lembar, berkop Presiden Republik Indonesia, dan ada tanda tangan Soekarno. Bedanya, pada versi online, selain logo burung Garuda, naskah juga disertai logo padi dan kapas. Sementara milik ANRIi, logonya hanya burung Garuda.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(iy/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%