Diduduki Pendemo
Sistem Bandara Suvarnabhumi Rusak
Senin, 01/12/2008 12:51 WIB
Bangkok
Otoritas Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand, saat ini sedang pusing tujuh keliling. Belum lagi usai aksi pendudukan bandara tersebut oleh para demonstran anti-pemerintah, ternyata bandara tersebut masih harus melewati pemeriksaan secara berkala untuk memastikan sistem IT dan keamanannya bekerja dengan optimal.
Walhasil, kalaupun para demonstran meninggalkan bandara, hal tersebut tidak lantas berarti bandara Suvarnabhumi dapat serta merta langsung digunakan.
"Menurut saya, beberapa sistem sudah rusak," ungkap Manajer Umum Bandara Suvarnabhumi, Serirat Pratusanond, kepada kantor berita Reuters, Senin (1/12/2008).
"Dalam keadaan normal, pemeriksaan sistem IT membutuhkan waktu seminggu. Kami harus mengecek, mengecek, dan mengecek lagi," tambah Serirat seraya mengatakan bahwa kendalanya akan lebih besar apabila terdapat sistem komputer di bandara yang harus diperbaiki.
Tentu saja hal ini menambah beban yang harus dipikul otoritas bandara Suvarnabhumi. Bagaimana tidak, hingga kini para demonstran anti-pemerintah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) belum juga beranjak dari bandara meski sudah diperingatkan polisi.
Otomatis, aktivitas penerbangan di bandara tersebut nyaris lumpuh. Padahal, bandara senilai 4 miliar dolar AS tersebut dalam sehari harus melayani sekitar 125.000 penumpang. Diperkirakan ribuan turis dan warga negara asing terlantar akibat aksi para demonstran yang menuntut mundurnya Perdana Menteri Somchai Wongsawat. Tak pelak, aksi pendudukan para demonstran telah memukul sektor perhubungan dan pariwisata Thailand.
(alf/nrl)
Walhasil, kalaupun para demonstran meninggalkan bandara, hal tersebut tidak lantas berarti bandara Suvarnabhumi dapat serta merta langsung digunakan.
"Menurut saya, beberapa sistem sudah rusak," ungkap Manajer Umum Bandara Suvarnabhumi, Serirat Pratusanond, kepada kantor berita Reuters, Senin (1/12/2008).
"Dalam keadaan normal, pemeriksaan sistem IT membutuhkan waktu seminggu. Kami harus mengecek, mengecek, dan mengecek lagi," tambah Serirat seraya mengatakan bahwa kendalanya akan lebih besar apabila terdapat sistem komputer di bandara yang harus diperbaiki.
Tentu saja hal ini menambah beban yang harus dipikul otoritas bandara Suvarnabhumi. Bagaimana tidak, hingga kini para demonstran anti-pemerintah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) belum juga beranjak dari bandara meski sudah diperingatkan polisi.
Otomatis, aktivitas penerbangan di bandara tersebut nyaris lumpuh. Padahal, bandara senilai 4 miliar dolar AS tersebut dalam sehari harus melayani sekitar 125.000 penumpang. Diperkirakan ribuan turis dan warga negara asing terlantar akibat aksi para demonstran yang menuntut mundurnya Perdana Menteri Somchai Wongsawat. Tak pelak, aksi pendudukan para demonstran telah memukul sektor perhubungan dan pariwisata Thailand.
(alf/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
