Pemerintah Desak Lapindo Bayar Ganti Rugi Warga Renokenongo
Kamis, 27/11/2008 23:08 WIB
(Foto: Budi S/detikcom)
Jakarta
Pemerintah mendesak PT Lapindo Brantas membayar 20 persen uang ganti rugi korban lumpur Lapindo dari desa Renokenongo paling lambat Senin, 1 Desember 2008. Permintaan itu datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disampaikan melalui Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
Sebelumnya, Djoko bertemu dengan perwakilan pihak Lapindo, Nirwan Bakrie, di Istana Presiden di sela-sela sidang kabinet. Nirwan ditemui Djoko yang didampingi Kepala BIN Syamsir Siregar di ruang tunggu Istana Presiden pukul 21.30 WIB.
"Senin deadline-nya. Dan dia (Nirwan) menyatakan sanggup membayarnya," ujar Djoko saat memberi keterangan pers kepada wartawan usai sidang paripurna kabinet di Kantor Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2008).
Menurut Djoko, uang yang harus dibayarkan oleh Lapindo kepada warga Desa Renokenongo sejumlah Rp 49 miliar atau 80 persen dari total Rp 60 miliar yang harus dibayarkan. Sedangkan 20 persennya sudah dibayarkan. Pembayaran itu, ujar Djoko, harus dilakukan secara cash.
"Pembayarannya seharus Rp 60 miliar, tapi sudah dicicil. Sisanya tinggal Rp 49 miliar, dan ini harus dibayar cash," terangnya.
Djoko menambahkan, pihaknya tidak akan memberi sanksi atau terguran jika Bakrie tidak bisa melunasi tunggakannya kepada para korban lumpur Lapindo 1 Desember mendatang. Namun Djoko berjanji pihaknya akan terus mendorong agar Lapindo bisa melunasi tepat waktu.
Dalam skema pembayaran ganti rugi korban lumpur Lapindo yang ditetapkan pemerintah, Lapindo berkewajiban membayar ganti rugi korban dengan membeli bangunan dan tanah yang terendam lumpur secara bertahap. 20 Persen dibayarkan di muka dan 80 persen dibayarkan belakangan.
Selama dua tahun, para korban lumpur diberi uang untuk mengontrak rumah. Pembayaran 80 persen itu dilakukan paling lambat sebulan sebelum masa kontrak rumah habis. Sayangnya, untuk sebagian warga Desa Renokenongo, bahkan 20 persen yang harus dibayar di muka itupun hingga kini belum mereka terima. Padahal untuk sebagian warga, masa kontrak rumah mereka telah habis.
Beberapa waktu yang lalu sekitar 150 orang warga Desa Renokenongo melakukan aksi demonstrasi di Jakarta. Mereka menuntut pembayaran 20 persen itu segera direalisasikan.
(sho/sho)
Sebelumnya, Djoko bertemu dengan perwakilan pihak Lapindo, Nirwan Bakrie, di Istana Presiden di sela-sela sidang kabinet. Nirwan ditemui Djoko yang didampingi Kepala BIN Syamsir Siregar di ruang tunggu Istana Presiden pukul 21.30 WIB.
"Senin deadline-nya. Dan dia (Nirwan) menyatakan sanggup membayarnya," ujar Djoko saat memberi keterangan pers kepada wartawan usai sidang paripurna kabinet di Kantor Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2008).
Menurut Djoko, uang yang harus dibayarkan oleh Lapindo kepada warga Desa Renokenongo sejumlah Rp 49 miliar atau 80 persen dari total Rp 60 miliar yang harus dibayarkan. Sedangkan 20 persennya sudah dibayarkan. Pembayaran itu, ujar Djoko, harus dilakukan secara cash.
"Pembayarannya seharus Rp 60 miliar, tapi sudah dicicil. Sisanya tinggal Rp 49 miliar, dan ini harus dibayar cash," terangnya.
Djoko menambahkan, pihaknya tidak akan memberi sanksi atau terguran jika Bakrie tidak bisa melunasi tunggakannya kepada para korban lumpur Lapindo 1 Desember mendatang. Namun Djoko berjanji pihaknya akan terus mendorong agar Lapindo bisa melunasi tepat waktu.
Dalam skema pembayaran ganti rugi korban lumpur Lapindo yang ditetapkan pemerintah, Lapindo berkewajiban membayar ganti rugi korban dengan membeli bangunan dan tanah yang terendam lumpur secara bertahap. 20 Persen dibayarkan di muka dan 80 persen dibayarkan belakangan.
Selama dua tahun, para korban lumpur diberi uang untuk mengontrak rumah. Pembayaran 80 persen itu dilakukan paling lambat sebulan sebelum masa kontrak rumah habis. Sayangnya, untuk sebagian warga Desa Renokenongo, bahkan 20 persen yang harus dibayar di muka itupun hingga kini belum mereka terima. Padahal untuk sebagian warga, masa kontrak rumah mereka telah habis.
Beberapa waktu yang lalu sekitar 150 orang warga Desa Renokenongo melakukan aksi demonstrasi di Jakarta. Mereka menuntut pembayaran 20 persen itu segera direalisasikan.
(sho/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
