detikcom

Menpora Belum Berniat Ambil Alih Garuda Raksasa di Cileungsi foto

Ken Yunita - detikNews
Kamis, 27/11/2008 14:56 WIB
Jakarta Konon Graha Garuda Tiara Indonesia (GGTI) akan dijadikan wisma atlet. Namun cita-cita itu gagal karena tersandung duit seiring jatuhnya Soeharto. Kini bangunan yang mirip burung Garuda Pancasila raksasa itu tak terurus.

Apakah pemerintah berniat mengambil alih proyek yang dulu dikomandani Mbak Tutut itu? Sepertinya tidak. Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault beralasan, negara tidak cukup memiliki dana.

"Kalau sekarang uang dari mana. Masalah kita saja masih banyak. Untuk biaya atlet saja masih kurang. Belum lagi kondisi ekonomi saat ini belum stabil," kata Adhyaksa saat berbincang dengan detikcom, Kamis (27/11/2008).

Meski tidak pasti, Adhyaksa mengaku mengetahui bangunan yang berdiri di Jalan Narogong Km 23 Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, itu. Pria berkumis tebal itu menduga, proyek itu sempat akan diteruskan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Itu yang mau bangun KONI kalau nggak salah. Tapi saya nggak tahu pasti," katanya.

Namun Adhyaksa berharap, suatu saat proyek tersebut bisa terwujud. "Saya berharap suatu hari proyek itu bisa jadi. Soalnya itu kan bagus ya," lanjutnya.

Bangunan di atas lahan 44 hektar itu konon akan dibangun menyerupai gelora olahraga Senayan. Selain wisma setara hotel bintang III, bangunan itu juga akan dilengkapi ruang konvensi.

Di lokasi itu juga akan dibangun gelanggang olahraga seperti lapangan sepakbola, lapangan tenis, dan kolam renang ukuran olimpic. Tak jauh dari tempat itu, juga akan dibangun dua tower apartemen berlantai lebih 20.

Namun sayang, megaproyek Mbak Tutut itu tidak berjalan mulus. Sejak diluncurkan pada 1995, proyek itu terus tersendat-sendat. Bahkan, sempat berhenti sekitar 15 bulan.

Proyek sempat dilanjutkan setelah mendapat kucuran dana Rp 75 miliar dari BTN. Konon, dana besar itu dikucurkan dari dana Jamsostek. Namun suntikan dana ini tak juga merampungkan proyek itu.

Hal itu diperparah dengan kerusuhan Mei 1998 dan lengsernya Soeharto. Secara bertahap, 400 karyawan yang sempat bekerja di hotel itu dirumahkan. Kini bangunan yang sebenarnya bisa menjadi ikon Indonesia itu terbengkalai. (ken/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel