JK The Real President
Golkar: Tak Ada yang Dominan, SBY-JK Saling Melengkapi
Kamis, 27/11/2008 10:10 WIB
Jakarta
SBY dan JK masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Keduanya saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan dan tidak ada yang lebih dominan.
"Sebetulnya, mereka sebagai duet saling melengkapi. Masing-masing punya kelebihan. Kalau digabungkan menjadi duet yang komplementer. Jadi sangat sinergis," kata Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Rully Chaerul Azwar, kepada detikcom, Kamis (27/11/2008).
Menurut dia, JK selalu berkoordinasi dengan SBY dalam menjalankan tugasnya.
"Jadi nggak mungkin jalan sendiri. Mereka bagi tugas. Saya ingin meluruskan jika ada berita yang menyebutkan keberhasilan pemerintahan itu karena SBY, itu tidak fair. Harus dikatakan keberhasilan SBY-JK," papar dia.
Setelah JK dikatakan The Real President, apa sudah memutuskan bakal memasang JK sebagai capres? "Kita belum memutuskan, dan masih konsisten dengan pemilihan legislatif. Setelah itu, baru melihat peta politik, elektabilitas kandidat dan diambilah keputusan," beber Rully.
Ketika ditanya soal popularitas JK yang jeblok, Rully menjelaskan, penyebabnya kemungkinan lantaran JK tidak peduli pada popularitas semata.
"JK pemimpin yang melaksanakan tindakan demi kepentingan rakyat. Kalau ada tindakan yang harus diambil demi keselamatan rakyat, dia tidak peduli populer atau tidak. Dia pekerja cepat dan berani pasang badan jika itu dianggap baik untuk rakyat. Biar masyarakat yang menilai. Popularitas itu kan hanya jangka pendek," kata pria bergelar doktor ini. (aan/nrl)
"Sebetulnya, mereka sebagai duet saling melengkapi. Masing-masing punya kelebihan. Kalau digabungkan menjadi duet yang komplementer. Jadi sangat sinergis," kata Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Rully Chaerul Azwar, kepada detikcom, Kamis (27/11/2008).
Menurut dia, JK selalu berkoordinasi dengan SBY dalam menjalankan tugasnya.
"Jadi nggak mungkin jalan sendiri. Mereka bagi tugas. Saya ingin meluruskan jika ada berita yang menyebutkan keberhasilan pemerintahan itu karena SBY, itu tidak fair. Harus dikatakan keberhasilan SBY-JK," papar dia.
Setelah JK dikatakan The Real President, apa sudah memutuskan bakal memasang JK sebagai capres? "Kita belum memutuskan, dan masih konsisten dengan pemilihan legislatif. Setelah itu, baru melihat peta politik, elektabilitas kandidat dan diambilah keputusan," beber Rully.
Ketika ditanya soal popularitas JK yang jeblok, Rully menjelaskan, penyebabnya kemungkinan lantaran JK tidak peduli pada popularitas semata.
"JK pemimpin yang melaksanakan tindakan demi kepentingan rakyat. Kalau ada tindakan yang harus diambil demi keselamatan rakyat, dia tidak peduli populer atau tidak. Dia pekerja cepat dan berani pasang badan jika itu dianggap baik untuk rakyat. Biar masyarakat yang menilai. Popularitas itu kan hanya jangka pendek," kata pria bergelar doktor ini. (aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 16:22 WIB
Pencapresan Ical Tergantung Hasil Pemilu 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
219 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
