JK The Real President
Syafi'i: Kalau Tak Ada JK, Pemerintah Tidak Akan Jalan
Rabu, 26/11/2008 18:20 WIB
Jakarta
Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif mengakui, peran Jusuf Kalla di pemerintahan lebih dominan. Meski demikian hasil polling calon presiden (capres), nama JK selalu rendah dan Syafi'i tidak tahu apa sebabnya.
"Saya bukan pro JK, bukan pro siapa-siapa. Tapi kalau tidak ada JK, pemerintah tidak akan jalan. Yang praktis, bukan yang luar negeri. SBY bagus, tapi soal ekonomi, politik dalam negeri, keamanan siapa yang menyelesaikan?" kata Syafi'i.
Hal itu disampaikan cendekiawan Muslim ini usai acara forum kajian sosial kemasyarakatan ke-42 dengan topik 'Dunia Islam Perlukah Berharap pada Obama?' di Intiland Tower, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2008).
SBY, imbuh dia, pandai menjaga citra. SBY dinilai piawai menjalin kerjasama luar negeri.
"Jadi kalau Anda lihat pada zaman Soekarno-Hatta yang jadi gasnya adalah Soekarno, sedangkan remnya adalah Hatta. Tapi ini kan terbalik. Ini gasnya Jusuf Kalla. Tapi its OK lah," kata Buya, begitu Syafi'i akrab disapa.
Syafi'i menepis anggapan bahwa dirinya dianggap lebih menghargai JK daripada SBY.
"Tidak. Saya menghargai keduanya. Masih banyak persoalan yang perlu kita pikirkan bersama. Tapi kan belum ada penyelesaian fundamental terhadap soal ekonomi baik JK atau SBY yang bertanggung jawab soal ini. Angka kemiskinan masih tinggi, korupsi dilawan tapi masih banyak birokrasi, masih belum terjadi reformasi," tutur Syafi'i. (nik/nwk)
"Saya bukan pro JK, bukan pro siapa-siapa. Tapi kalau tidak ada JK, pemerintah tidak akan jalan. Yang praktis, bukan yang luar negeri. SBY bagus, tapi soal ekonomi, politik dalam negeri, keamanan siapa yang menyelesaikan?" kata Syafi'i.
Hal itu disampaikan cendekiawan Muslim ini usai acara forum kajian sosial kemasyarakatan ke-42 dengan topik 'Dunia Islam Perlukah Berharap pada Obama?' di Intiland Tower, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2008).
SBY, imbuh dia, pandai menjaga citra. SBY dinilai piawai menjalin kerjasama luar negeri.
"Jadi kalau Anda lihat pada zaman Soekarno-Hatta yang jadi gasnya adalah Soekarno, sedangkan remnya adalah Hatta. Tapi ini kan terbalik. Ini gasnya Jusuf Kalla. Tapi its OK lah," kata Buya, begitu Syafi'i akrab disapa.
Syafi'i menepis anggapan bahwa dirinya dianggap lebih menghargai JK daripada SBY.
"Tidak. Saya menghargai keduanya. Masih banyak persoalan yang perlu kita pikirkan bersama. Tapi kan belum ada penyelesaian fundamental terhadap soal ekonomi baik JK atau SBY yang bertanggung jawab soal ini. Angka kemiskinan masih tinggi, korupsi dilawan tapi masih banyak birokrasi, masih belum terjadi reformasi," tutur Syafi'i. (nik/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 02:25 WIB
Apartemen Milik Dhana Belum Juga Disita Kejagung
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
