Adam Malik Agen CIA
Menhan: Media Asing Terlalu Terobsesi CIA
Senin, 24/11/2008 17:45 WIB
Jakarta
Media massa di barat, khususnya AS dan Eropa banyak yang terobesesi tentang keterlibatan CIA di dalam persoalan politik dan konflik di suatu negara. Di Indonesia sendiri, tidak hanya Adam Malik, Muhammad Hatta (Bung Hatta) pun pernah dituding sebagai provokator pemberontakan PKI tahun 1948.
"Terlalu banyak kontroversi di masa lampau yang sering diungkap oleh orang atau kalangan media massa barat di seluruh dunia. Saya ingat, dulu Bung Hatta juga pernah dituduh pada tahun 1948 sebagai provokator, memancing pemberontakan PKI," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono usai menerima Menhan RRC Jenderal Chi Wanchung di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (24/11/2008).
Namun menurut Juwono, tuduhan itu adalah hal yang sangat spekulatif dan tidak benar. "Ini kan industri media tentang masalah kontroversial selalu ada di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, selalu ada obesesi tentang adanya peranan CIA. Mereka kurang memperhitungkan kejadian-kejadian di seluruh dunia seperti di Afrika, Amerika Latin dan Asia. Itu sebenarnya masalah dalam negeri masing-masing," jelasnya.
Terkait peristiwa 1965, diakui Juwono saat ini sudah ada enam versi buku yang mengungkap hak itu, baik yang ditulis kalangan kampus maupun sejarawan dan para pensiunan departemen, kalangan kampus dan penulis, elemen luar negeri dan CIA sendiri. Waktu dirinya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sepuluh tahun lalu, dia telah meminta para sejarawan untuk merevisi seluruh pelajaran sejarah Indonesia mulai dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi untuk diluruskan.
"Dulu zaman Soekarno banyak yang disisihkan tentang masa lampau, tentu
dulu zaman Bung Karno banyak tokoh-tokoh yang melawan beliau. Begitu, tentang peran tokoh-tokoh yang lawan beliau juga Pak Harto, jasa-jasa Bung Karno dipinggirkan," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Juwono meminta kepada para sejarawan, termasuk Anhar Gongong untuk membuat kerangka sejarah yang lebih berimbang. "Sehingga kita tidak lagi menapikan Soekarno, Soeharto dan tokoh lainnya sampai Presiden Habibie," ujarnya.
Banyaknya versi sejarah memang akan menjadi pertanyaan tentang nilai kebenarannya. Karena menurut Juwono, sejarawan juga memiliki madzhab-madzhab dan seleranya. "Tapi saya katakan dulu, tolong sejarawan yang beragam madzhab itu lebih berwawasan nasional dan lebih memilih peristiwa lainnya, tidak Jawa sentris lagi," imbuhnya sambil mengatakan beredar buku karangan Tim Weiner berjudul 'Membongkar Kegagalan CIA' itu tidak perlu ditanggapi terlalu berlebihan. (zal/anw)
"Terlalu banyak kontroversi di masa lampau yang sering diungkap oleh orang atau kalangan media massa barat di seluruh dunia. Saya ingat, dulu Bung Hatta juga pernah dituduh pada tahun 1948 sebagai provokator, memancing pemberontakan PKI," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono usai menerima Menhan RRC Jenderal Chi Wanchung di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (24/11/2008).
Namun menurut Juwono, tuduhan itu adalah hal yang sangat spekulatif dan tidak benar. "Ini kan industri media tentang masalah kontroversial selalu ada di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, selalu ada obesesi tentang adanya peranan CIA. Mereka kurang memperhitungkan kejadian-kejadian di seluruh dunia seperti di Afrika, Amerika Latin dan Asia. Itu sebenarnya masalah dalam negeri masing-masing," jelasnya.
Terkait peristiwa 1965, diakui Juwono saat ini sudah ada enam versi buku yang mengungkap hak itu, baik yang ditulis kalangan kampus maupun sejarawan dan para pensiunan departemen, kalangan kampus dan penulis, elemen luar negeri dan CIA sendiri. Waktu dirinya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sepuluh tahun lalu, dia telah meminta para sejarawan untuk merevisi seluruh pelajaran sejarah Indonesia mulai dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi untuk diluruskan.
"Dulu zaman Soekarno banyak yang disisihkan tentang masa lampau, tentu
dulu zaman Bung Karno banyak tokoh-tokoh yang melawan beliau. Begitu, tentang peran tokoh-tokoh yang lawan beliau juga Pak Harto, jasa-jasa Bung Karno dipinggirkan," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Juwono meminta kepada para sejarawan, termasuk Anhar Gongong untuk membuat kerangka sejarah yang lebih berimbang. "Sehingga kita tidak lagi menapikan Soekarno, Soeharto dan tokoh lainnya sampai Presiden Habibie," ujarnya.
Banyaknya versi sejarah memang akan menjadi pertanyaan tentang nilai kebenarannya. Karena menurut Juwono, sejarawan juga memiliki madzhab-madzhab dan seleranya. "Tapi saya katakan dulu, tolong sejarawan yang beragam madzhab itu lebih berwawasan nasional dan lebih memilih peristiwa lainnya, tidak Jawa sentris lagi," imbuhnya sambil mengatakan beredar buku karangan Tim Weiner berjudul 'Membongkar Kegagalan CIA' itu tidak perlu ditanggapi terlalu berlebihan. (zal/anw)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 16:22 WIB
Pencapresan Ical Tergantung Hasil Pemilu 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
218 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
