ICW: Korupsi Bidang Kesehatan Rp 127 M
Jumat, 21/11/2008 12:05 WIB
Jakarta
Sektor kesehatan dinilai menjadi tempat peluang korupsi yang cukup besar. Pemberantasan korupsi di bidang ini pun baru menyentuh tataran lokal, belum ke tingkat pusat.
"Saat ini pemberantasan korupsi di sektor kesehatan baru sebatas tingkat regulator lokal dan provider saja. Tetapi yang besar belum pernah tersentuh. Untuk itu pemberantasan korupsi kesehatan harus diarahkan pada tingkat yang lebih tinggi yaitu terutama di tingkat regulator pusat," ujar Peneliti Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri.
Hal itu disampaikan Febri dalam jumpa pers di kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2008).
Hal ini, lanjut Febri, diperkirakan akan berdampak luas terhadap standar alat kesehatan dan obat serta peningkatan mutu layanan rumah sakit dan puskesmas.
Menurut penelitian ICW tentang korupsi di sektor kesehatan, negara selama ini dirugikan Rp 127.991.698.444. Dengan porsi terbesar adalah korupsi untuk penyediaan alat-alat kesehatan (alkes) sebesar Rp 49.065.000.000.
Selanjutnya yang kedua adalah di bidang konstruksi rumah sakit dan puskesmas sebesar Rp 36.576.000.000, dan yang ketiga adalah korupsi obat sebesar Rp 30.405.000.000.
"Untuk itu perlu dilakukan pencegahan dengan mengurangi diskresi sebgai pejabat birokrasi kesehatan," pungkas Febri. (lrn/nrl)
"Saat ini pemberantasan korupsi di sektor kesehatan baru sebatas tingkat regulator lokal dan provider saja. Tetapi yang besar belum pernah tersentuh. Untuk itu pemberantasan korupsi kesehatan harus diarahkan pada tingkat yang lebih tinggi yaitu terutama di tingkat regulator pusat," ujar Peneliti Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri.
Hal itu disampaikan Febri dalam jumpa pers di kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2008).
Hal ini, lanjut Febri, diperkirakan akan berdampak luas terhadap standar alat kesehatan dan obat serta peningkatan mutu layanan rumah sakit dan puskesmas.
Menurut penelitian ICW tentang korupsi di sektor kesehatan, negara selama ini dirugikan Rp 127.991.698.444. Dengan porsi terbesar adalah korupsi untuk penyediaan alat-alat kesehatan (alkes) sebesar Rp 49.065.000.000.
Selanjutnya yang kedua adalah di bidang konstruksi rumah sakit dan puskesmas sebesar Rp 36.576.000.000, dan yang ketiga adalah korupsi obat sebesar Rp 30.405.000.000.
"Untuk itu perlu dilakukan pencegahan dengan mengurangi diskresi sebgai pejabat birokrasi kesehatan," pungkas Febri. (lrn/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 23:08 WIB
Kabupaten OKI Terpilih Sebagai Jaringan Kota Hijau Dunia
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Rabu, 23/05/2012 01:10 WIB
Istana Bantah Ibu Ani akan Kunjungi Situs Gunung Padang
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
228 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
