KNPI Kongres Ancol Minta SBY Copot Adhyaksa Dault
Rabu, 19/11/2008 20:08 WIB
Jakarta
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hasil Kongres XII Ancol yang dipimpin Ahmad Doli Kurnia meminta Presiden SBY mencopot Adhyaksa Dault sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Pasalnya, Adhyaksa Dault dianggap sebagai pemecah belah di tubuh KNPI.
"Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap KNPI. Presiden harus tahu siapa biang keladinya. Presiden harus mencopot Adhyaksa Dault sebagai Menegpora," kata Ketua Umum KNPI versi Ancol, Ahmad Doli Kurnia di Kantor DPP KNPI, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Menurut Doli, desakan ini disampaikan kerana Adhyaksa terlalu mengintervensi
persoalan internal KNPI. Akibat tindakan dan sikapnya itu, KNPI menjadi terpecah belah.
Doli menilai, terlalu campur tangannya Adhyaksa bermula dari ketidaksenangannya kepada bekas Ketua Umum KNPI Hasanuddin Yusuf. Selain itu, Adhyaksa juga menyebarkan surat edaran kepada gubernur seluruh Indonesia.
Dalam surat edaran tersebut, Adhyaksa menyatakan bahwa Kongres KNPI yang sah adalah KNPI yang dilaksanakan di Bali.
"Menegpora tidak netral dan punya kepentingan tinggi hingga KNPI pecah. Hal ini dibuktikan adanya surat edaran kepada seluruh gubernur bahwa KNPI yang diakui adalah Kongres di Bali," jelasnya.
Indikasi lainnya, tambah Doli, adanya pertemuan tanggal 22 Agustus 2008 yang digagas oleh Deputi Bidang Kepemudaan Menegpora dengan calon Ketua Umum KNPI. Pada tanggal 16 Oktober 2008, lagi-lagi Adhyaksa mengumpulkan DPD KNPI di Banten.
Dalam pertemuan tersebut, Adhyaksa kembali menyerukan dan mengajak DPD-DPD untuk mendukung Kongres KNPI di Bali.
"Kami sangat menyayangkan sikap Menpora tersebut. Kalau Presiden tidak mengindahkan desakan kami, maka kami akan menempuh jalur hukum.
Saat ini telah disiapkan tim advokasi," tegas Doli.
Sementara itu, salah seorang pengurus Gerakan Muda Kosgoro, Sohan Gumay menyatakan, pada tanggal 22 Juli 2008 di Hotel Ritz Carlton dilakukan pertemuan 27 DPD KNPI dan 7 OKP. Dalam pertemuan tersebut Adhyaksa diduga membagi-bagikan uang sebesar Rp 5 juta kepada setiap DPD dan OKP di tubuh KNPI.
"Saya melihat sendiri, Adhyaksa memberikan uang kepada salah satu DPD KNPI. Uang apa itu? uang rakyat atau uang pribadi?" tutur Sohan.
Sedangkan adanya rencana pengukuhan atau pelantikan DPP KNPI versi Bali, Doli menegaskan, tidak boleh ada satu kegiatan apapun di Kantor Pusat KNPI.
"Tidak ada satupun kegiatan selain kegiatan KNPI selain KNPI Ancol," tegasnya.
(zal/rdf)
"Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap KNPI. Presiden harus tahu siapa biang keladinya. Presiden harus mencopot Adhyaksa Dault sebagai Menegpora," kata Ketua Umum KNPI versi Ancol, Ahmad Doli Kurnia di Kantor DPP KNPI, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Menurut Doli, desakan ini disampaikan kerana Adhyaksa terlalu mengintervensi
persoalan internal KNPI. Akibat tindakan dan sikapnya itu, KNPI menjadi terpecah belah.
Doli menilai, terlalu campur tangannya Adhyaksa bermula dari ketidaksenangannya kepada bekas Ketua Umum KNPI Hasanuddin Yusuf. Selain itu, Adhyaksa juga menyebarkan surat edaran kepada gubernur seluruh Indonesia.
Dalam surat edaran tersebut, Adhyaksa menyatakan bahwa Kongres KNPI yang sah adalah KNPI yang dilaksanakan di Bali.
"Menegpora tidak netral dan punya kepentingan tinggi hingga KNPI pecah. Hal ini dibuktikan adanya surat edaran kepada seluruh gubernur bahwa KNPI yang diakui adalah Kongres di Bali," jelasnya.
Indikasi lainnya, tambah Doli, adanya pertemuan tanggal 22 Agustus 2008 yang digagas oleh Deputi Bidang Kepemudaan Menegpora dengan calon Ketua Umum KNPI. Pada tanggal 16 Oktober 2008, lagi-lagi Adhyaksa mengumpulkan DPD KNPI di Banten.
Dalam pertemuan tersebut, Adhyaksa kembali menyerukan dan mengajak DPD-DPD untuk mendukung Kongres KNPI di Bali.
"Kami sangat menyayangkan sikap Menpora tersebut. Kalau Presiden tidak mengindahkan desakan kami, maka kami akan menempuh jalur hukum.
Saat ini telah disiapkan tim advokasi," tegas Doli.
Sementara itu, salah seorang pengurus Gerakan Muda Kosgoro, Sohan Gumay menyatakan, pada tanggal 22 Juli 2008 di Hotel Ritz Carlton dilakukan pertemuan 27 DPD KNPI dan 7 OKP. Dalam pertemuan tersebut Adhyaksa diduga membagi-bagikan uang sebesar Rp 5 juta kepada setiap DPD dan OKP di tubuh KNPI.
"Saya melihat sendiri, Adhyaksa memberikan uang kepada salah satu DPD KNPI. Uang apa itu? uang rakyat atau uang pribadi?" tutur Sohan.
Sedangkan adanya rencana pengukuhan atau pelantikan DPP KNPI versi Bali, Doli menegaskan, tidak boleh ada satu kegiatan apapun di Kantor Pusat KNPI.
"Tidak ada satupun kegiatan selain kegiatan KNPI selain KNPI Ancol," tegasnya.
(zal/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 00:48 WIB
Jenazah Praja IPDN Yudhi Dimakamkan Tengah Malam di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Mahfud MD: Ada Persoalan Komitmen dan Moral dalam Pemberian Grasi
-
Jumat, 25/05/2012 23:10 WIB
Api Lahap SD di Kebon Jeruk, 25 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
