Rekaman Anthony dan Anwar Diperdengarkan, Hakim Nggak Ngerti Isinya
Rabu, 19/11/2008 17:24 WIB
Jakarta
Rekaman antara Ketua BPK Anwar Nasution dan Anthony Zeidra Abidin diperdengarkan dalam pengadilan. Sayangnya, tidak jelas isi percakapan
tersebut.
Rekaman tersebut diajukan kuasa hukum Anthony, Maqdir Ismail untuk membantah kesaksian Anwar. Anwar yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus aliran dana BI menyebut jika Anthony datang ke BPK sambil menuduh dirinya sebagai otak audit dana YPPI.
Maqdir pun meminta izin kepada Ketua Hakim, Mansyurdin Chaniago untuk memperdengarkan rekaman antara kliennya dengan Anwar di BPK pada tanggal 15 Desember 2006 lalu.
Sayangnya, rekaman tersebut tidak jelas. Tidak dapat dipastikan siapa yang saat itu berbicara. Yang ada hanya suara berisik. Beberapa hakim anggota
yang lain juga terlihat kebingungan dengan isi rekaman.
Saat diperdengarkan, Anwar malah sibuk mencatat di kertas yang berada di pangkuannya. Tidak ada raut wajah yang tegang dari Anwar. Begitu juga dengan Anthony, dirinya hanya sibuk geleng-geleng kepala.
Begitu rekaman usai diperdengarkan, belum puas, Maqdir pun meminta izin kembali supaya rekaman jilid ke-2 bisa kembali diperdengarkan. Karena tidak jelas, Mansyurdin pun menolak permintaan Maqdir.
"Kurang jelas, terlalu ribut, yang penting intinya menolak keterangan saksi?" tanya Mansyurdin di pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta,
Rabu (19/11/2008).
"Tidak benar tuduhan saksi," jawab Maqdir.
Hingga pukul 16.00 WIB, sidang masih berlanjut.
(mok/anw)
tersebut.
Rekaman tersebut diajukan kuasa hukum Anthony, Maqdir Ismail untuk membantah kesaksian Anwar. Anwar yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus aliran dana BI menyebut jika Anthony datang ke BPK sambil menuduh dirinya sebagai otak audit dana YPPI.
Maqdir pun meminta izin kepada Ketua Hakim, Mansyurdin Chaniago untuk memperdengarkan rekaman antara kliennya dengan Anwar di BPK pada tanggal 15 Desember 2006 lalu.
Sayangnya, rekaman tersebut tidak jelas. Tidak dapat dipastikan siapa yang saat itu berbicara. Yang ada hanya suara berisik. Beberapa hakim anggota
yang lain juga terlihat kebingungan dengan isi rekaman.
Saat diperdengarkan, Anwar malah sibuk mencatat di kertas yang berada di pangkuannya. Tidak ada raut wajah yang tegang dari Anwar. Begitu juga dengan Anthony, dirinya hanya sibuk geleng-geleng kepala.
Begitu rekaman usai diperdengarkan, belum puas, Maqdir pun meminta izin kembali supaya rekaman jilid ke-2 bisa kembali diperdengarkan. Karena tidak jelas, Mansyurdin pun menolak permintaan Maqdir.
"Kurang jelas, terlalu ribut, yang penting intinya menolak keterangan saksi?" tanya Mansyurdin di pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta,
Rabu (19/11/2008).
"Tidak benar tuduhan saksi," jawab Maqdir.
Hingga pukul 16.00 WIB, sidang masih berlanjut.
(mok/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
