detikcom
Selasa, 18/11/2008 08:49 WIB

Tips Puas Tanpa Obat Kuat Ala dr Boyke video foto

Rachmadin Ismail - detikNews
dok.Detikcom
Jakarta - Kaum pria yang gemar menenggak obat kuat sebagai 'bekal' berhubungan seksual sebaiknya mulai berpikir ulang. Produk-produk kejantanan tersebut disinyalir bisa menyebabkan gangguan jantung, bahkan berujung pada kematian.

"Para pemakainya bisa terancam mati, bahkan sekali pakai," ujar seksolog dr Boyke Dian Nugraha kepada detikcom, Senin (17/11/2008) malam.

Menurut pakar seks kawakan ini, sebagian besar pengguna obat kuat tidak tahu efek samping yang ditimbulkan. "Mereka lebih sering dikasih tahu manfaatnya saja," kata Boyke.

Untuk itu ia mengimbau para produsen obat kuat agar membekali pengetahuan para konsumen dengan efek samping yang ditimbulkan produknya. Hal ini dirasa penting sebagai langkah antisipasi efek buruk penggunaan obat kuat tersebut.

Selain itu, seksolog yang sering muncul di layar kaca ini juga memberikan beberapa tips bagi para pria agar bisa menghindari obat kuat namun tetap bisa memuaskan pasangannya.

"Tubuh kita harus bugar dan otak kita harus santai, karena otak adalah pusat segalanya termasuk ejakulasi," jelas Boyke.

Dia menyarankan kaum Adam untuk melakukan foreplay yang baik pada pasangannya agar cepat mencapai orgasme. Menurutnya, kegagalan untuk memberi orgasme pada pasangan bisa menjadi salah satu motivasi penggunaan obat kuat.

"Dengan foreplay yang cukup, lalu rangsang titik-titik sensitif pasangan kita. Nggak perlu pake obat kuat," ujarnya santai.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%