detikcom
Selasa, 18/11/2008 07:29 WIB

Jamu, Obat Kuat Alami Nan Aman

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Penggunaan obat kuat oleh para pria yang merasa kurang jantan memang menjadi cerita tersendiri. Namun, tidak kalah dengan obat kuat buatan pabrik, jamu kuat pun masih joss!

"Dalam sehari, kira-kira ada 50 orang yang beli jamu kuat, karena memang bukan hanya untuk syahwat saja tapi juga untuk menjaga stamina," ujar penjaga warung jamu Bukti-Mentjos, Vera ketika ditemui detikcom di warungnya, Jl Salemba Tengah 48, Jakarta Pusat, Senin (17/11/2008).

Bahan-bahan alami seperti ekstrak ginseng dan pasak bumi membuat khasiat jangka panjang dibandingkan obat kuat yang hanya dapat dinikmati sesaat. Walaupun dinilai tidak memiliki reaksi cepat seperti obat kuat, namun jamu kuat punya keunggulan yaitu tidak memiliki efek samping.

"Memang dari reaksinya dibandingkan obat kuat jamu lebih lama, karena harus diminum secara teratur tergantung kondisi pasien. Kalau obat kuat kan cepat bereaksi karena memicu darah ke jantung lebih cepat, jadi selalu berdebar kuat," imbuhnya.

Ketika ditanya mengapa banyak orang yang memilih obat kuat dibandingkan jamu kuat, Vera mengatakan itu pilihan orang jaman sekarang yang ingin serba instan.

"Zaman sekarang orang pengennya serba instant, mungkin orang yang makan obat kuat itu mikirnya untuk kesehatan sesaat saja, tapi tidak memikirkan kesehatannya 5 tahun ke depan," katanya sambil meracik segelas jamu pesanan pelanggannya dengan sigap.
(gah/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%