Saham Meneg BUMN di Bumi Resources Penuh Konflik Kepentingan
Selasa, 18/11/2008 00:43 WIB
Jakarta
Kepemilikan saham Meneg BUMN Sofyan DJalil di Bumi Resources senilai Rp 2 miliar menuai reaksi. Kepemilikan saham tersebut dinilai rentan potensi konflik kepentingan. Beberapa LSM dan organisasi masyarakat meminta penjelasan terkait hal ini kepada KPK.
"Kami ingin mengklarifikasi kepada KPK apakah hal ini tidak akan menjadi konflik kepentingan," ujar Wakil koordinator badan pekerja ICW Danang kepada wartawan di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (17/11/2008).
Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Yanuar Rizky menambahkan, analogi posisi Meneg BUMN adalah manajer investasi dari saham rakyat. Menurut UU Pasar modal pasal 35 huruf a, perusahaan efek atau penasihat investasi dilarang menggunakan pengaruh atau mengadakan tekanan yang bertentangan dengan nasabah, sehingga posisi Meneg BUMN Sofyan DJalil sangat rentan.
Apalagi selain hal tersebut, Menteri BUMN sendiri berencana untuk meminta sejumlah BUMN sektor energi yang kelebihan likuiditas untuk melakukan buy back saham Bumi Resources.
"Hal ini jangan sampai utang swasta menjadi tanggungan negara," tandas Yanuar.
Hal ini dapat dimaknai negara akan melindungi Grup Bakrie yang memiliki mayoritas saham Bumi Resources tersebut. Padahal saat ini transparansi Bumi Resources diragukan karena Grup Bakrie telah melakukan repurchase agreement (repo) kepada investor lain, baik dalam maupun luar negeri.
"Hal ini harus dicermati agar mencegah potensi kerugian negara," pungkas Yanuar. (ape/mad)
"Kami ingin mengklarifikasi kepada KPK apakah hal ini tidak akan menjadi konflik kepentingan," ujar Wakil koordinator badan pekerja ICW Danang kepada wartawan di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (17/11/2008).
Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Yanuar Rizky menambahkan, analogi posisi Meneg BUMN adalah manajer investasi dari saham rakyat. Menurut UU Pasar modal pasal 35 huruf a, perusahaan efek atau penasihat investasi dilarang menggunakan pengaruh atau mengadakan tekanan yang bertentangan dengan nasabah, sehingga posisi Meneg BUMN Sofyan DJalil sangat rentan.
Apalagi selain hal tersebut, Menteri BUMN sendiri berencana untuk meminta sejumlah BUMN sektor energi yang kelebihan likuiditas untuk melakukan buy back saham Bumi Resources.
"Hal ini jangan sampai utang swasta menjadi tanggungan negara," tandas Yanuar.
Hal ini dapat dimaknai negara akan melindungi Grup Bakrie yang memiliki mayoritas saham Bumi Resources tersebut. Padahal saat ini transparansi Bumi Resources diragukan karena Grup Bakrie telah melakukan repurchase agreement (repo) kepada investor lain, baik dalam maupun luar negeri.
"Hal ini harus dicermati agar mencegah potensi kerugian negara," pungkas Yanuar. (ape/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 00:48 WIB
Jenazah Praja IPDN Yudhi Dimakamkan Tengah Malam di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Mahfud MD: Ada Persoalan Komitmen dan Moral dalam Pemberian Grasi
-
Jumat, 25/05/2012 23:10 WIB
Api Lahap SD di Kebon Jeruk, 25 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
