Pasien Aborsi Tewas di Tangan Dokter Gigi
Senin, 17/11/2008 14:37 WIB
Denpasar
Praktik aborsi ilegal terjadi di Bali. Korban Ni Komang Asih (30) tewas saat menggugurkan kandungannya di tangan seorang dokter gigi I Ketut Arik Wiantara (38) yang membuka praktik aborsi ilegal.
Korban menggugurkan kandungannya di tempat praktik aborsi gelap di Jl Tukad Petanu, Gang Gelatik, Denpasar, pada Sabtu 15 November. Korban meninggal dunia di RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu 16 November karena mengalami pendarahan sehari setelah menggugurkan kandungannya.
Kapolsek Denpasar Selatan AKP I Gede Ganefo mengatakan, terungkapnya praktik aborsi ilegal ini berawal saat tersangka meninggalkan korban usai aborsi ditempat praktiknya. "Setelah aborsi pasien mengalami pendarahan hebat," kata Ganefo di Mapolsek Denpasar Selatan, Jl By Pass Sanur, Bali, Senin (17/11/2008).
Korban menggugurkan kandungannya dari hasil hubungan gelapnya dengan pria yang telah beristri, Suartama. Karena hamil diluar nikah, Suartama mengajak korban mengugurkan kandungannya di tempat praktik tersangka. Dalam kasus ini, polisi telah menangkap dua tersangka, yaitu dokter Arik dan pacar gelap korban Suartama.
Kedua tersangka kini mendekam di ruang tahanan Polsek Denpasar Selatan.
Arik yang berprofesi sebagai dokter gigi dijerat dengan pasal 80 UU No 23
tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan Suartama dijerat pasal 348 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.
Dokter Arik adalah dokter gigi yang membuka praktik aborsi ilegal kambuhan. Ia pernah divonis dua tahun penjara PN Denpasar atas kasus serupa tahun 2005. Setelah setahun menghirup udara bebas, tersangka belum insaf. Ia kembali membuka praktik aborsi ilegal di tempat yang sama. (gds/anw)
Korban menggugurkan kandungannya di tempat praktik aborsi gelap di Jl Tukad Petanu, Gang Gelatik, Denpasar, pada Sabtu 15 November. Korban meninggal dunia di RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu 16 November karena mengalami pendarahan sehari setelah menggugurkan kandungannya.
Kapolsek Denpasar Selatan AKP I Gede Ganefo mengatakan, terungkapnya praktik aborsi ilegal ini berawal saat tersangka meninggalkan korban usai aborsi ditempat praktiknya. "Setelah aborsi pasien mengalami pendarahan hebat," kata Ganefo di Mapolsek Denpasar Selatan, Jl By Pass Sanur, Bali, Senin (17/11/2008).
Korban menggugurkan kandungannya dari hasil hubungan gelapnya dengan pria yang telah beristri, Suartama. Karena hamil diluar nikah, Suartama mengajak korban mengugurkan kandungannya di tempat praktik tersangka. Dalam kasus ini, polisi telah menangkap dua tersangka, yaitu dokter Arik dan pacar gelap korban Suartama.
Kedua tersangka kini mendekam di ruang tahanan Polsek Denpasar Selatan.
Arik yang berprofesi sebagai dokter gigi dijerat dengan pasal 80 UU No 23
tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan Suartama dijerat pasal 348 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.
Dokter Arik adalah dokter gigi yang membuka praktik aborsi ilegal kambuhan. Ia pernah divonis dua tahun penjara PN Denpasar atas kasus serupa tahun 2005. Setelah setahun menghirup udara bebas, tersangka belum insaf. Ia kembali membuka praktik aborsi ilegal di tempat yang sama. (gds/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
