detikcom
Selasa, 11/11/2008 15:34 WIB

Video Mesum Lokal Hebohkan Warga Pesisir Selatan Sumbar

Yonda Sisko - detikNews
Padang - Warga kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) dihebohkan dengan beredarnya video mesum sepasang remaja berdurasi 7,28 menit yang direkam dengan handphone. Kedua pelaku diketahui sebagai warga kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan.

"Pelakunya masing-masing A (17), warga Pasa Punggasan, Nagari Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti dan RY (22) warga Tanjuang Medan Nagari Aia haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti Pessel. Mereka disinyalir pasangan kekasih," ujar Wakapolres Pesisir Selatan, Kompol Sutoyo, kepada detikcom melalui telepon, Selasa (11/11/2008)

Dikatakan Sutoyo, pihaknya sudah memeriksa kedua pelaku dan menahan barang bukti berupa video mesum di Mapolsek Linggo Sari Baganti. Menurutnya, video mesum diketahui beredar sejak Kamis (6/11/2008) dan menampilkan adegan cabul di salah satu kamar. Untuk menguatkan pembuktian, lanjutnya, polisi akan meminta pakar multi media untuk menganalisa rekaman tersebut.

Pelaku "A", menurut Sutoyo, merupakan siswa Drop Out (DO) dari sebuah SMAN di Pessel pada September lalu karena ketahuan menyimpan video porno di handphone miliknya. Beredarnya tayangan video mesum itu diperkirakan berawal dari hilangnya handphone milik pelaku pada awal November lalu.

"Kita akan tetap menindaklanjuti kasus ini meski pihak keluarga berencana untuk segera menikahkan pasangan itu," tukasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(yon/djo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%