detikcom

Tuntut Ganti Rugi

Korban Lapindo Tahlilan di Istana Negara foto

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 11/11/2008 11:15 WIB
Jakarta Sedikitnya 100 orang dari korban lumpur Lapindo menggelar tahlilan sambil duduk bersila dan menengadahkan tangan di depan Istana Negara. Massa menuntut pelunasan ganti rugi dari Lapindo Brantas Inc.

Aksi ini diikuti oleh warga dari Desa Kedungbendo, Desa Jatirejo, Desa Siring dan Desa Renokenongo. Massa datang dengan menggunakan 4 bus Metro Mini.

Massa meminta agar Presiden SBY untuk bertindak tegas terhadap Lapindo supaya membayar tanah dan bangunan warga 20 persen di muka dan 80 persen dibayar 1 bulan sebelum masa kontrak habis.

"Ketentuan pembayaran itu sesuai Perpres nomor 11/2007. Sayangnya, hingga kontrak rumah habis, Lapindo belum membayar sama sekali," kata Hari Suwandi di sela-sela aksi di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2008).

Massa juga menuntut agar Lapindo Brantas memperpanjang kontrak rumah.

Lazimnya aksi, massa membentangkan spanduk bertuliskan "SBY harus bertindak tegas terhadap Lapindo. Segera bayar 80 persen."

Ada juga poster-poster yang dibentangkan bertuliskan "DPR tidak membela rakyat", "Pak SBY, saya tidak punya rumah", "Bakrie? Cape dech."

Aksi damai ini dijaga 200 personel dari Polsek Gambir. Aksi pun tidak memacetkan arus lalu lintas. (aan/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel