detikcom

Laporan dari Oslo

'Anak Indonesia' Memukau World Music Festival

Eddi Santosa - detikNews
Senin, 10/11/2008 16:56 WIB
Oslo Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Petuah bijak ini dipraktikkan Anak Indonesia di Oslo World Music Festival (OWMF) 2008. Sambutan publik luarbiasa.

Indonesia tanah air beta
pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
selalu dipuja-puja bangsa


Kekayaan ragam serta keindahan kebudayaan Indonesia dipuja dan dikagumi orang asing, seperti terlihat dalam OWMF 2008 di Oslo Internasjonalt Kultursenter Og Museum, Norwegia (8-9/11/2008).

Kelompok anak-anak pencinta seni dan budaya Indonesia bentukan KBRI Oslo itu pada sesi barnasverdendager (program khusus anak-anak, red) menyanyikan lagu-lagu rakyat dan perjuangan Indonesia seperti Berkibarlah Benderaku, Potong Bebek Angsa, dan Anak Kambing Saya.

Itu adalah penampilan pertama ’Anak Indonesia’ dalam festival musik bergengsi OWMF, namun ternyata mereka mendapat sambutan meriah. Publik Norwegia, yang dikenal sangat menghargai kebudayaan mancanegara, memuji empat aspek yang dinilai kuat memesona, yakni keindahan lagu berirama riang dinamis, keelokan pakaian daerah dari Sabang sampai Merauke, kekompakan, dan kejenakaan penampilan.

Barnasverdendager merupakan program untuk mengenal ragam kebudayaan mancanegara. "Barnasverdendager edisi ke-10 tahun ini memperkenalkan budaya Indonesia, Spanyol, Iran, Brasil, Srilangka, dan India," terang Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo Mansyur Pangeran kepada detikcom, Minggu (9/11/2008).

Menurut Mansyur, kehadiran Indonesia dalam barnasverdendager di OWMF 2008 sekaligus merupakan bagian dari upaya berkesinambungan KBRI Oslo mempromosikan kekayaan seni, budaya, dan pariwisata Indonesia.

Membludak

Selain menampilkan ’Anak Indonesia’, KBRI Oslo juga berpartisipasi dalam workshop Gamelan Indonesia dengan pengajar Prof Joel Glover (dosen Oslo University) dan Lars Johansen (mahasiswa Sekolah Tinggi Musik Oslo). Tampilan ruang workshop dikemas bernuansa Indonesia dengan panggung wayang kulit.

Kedua ahli gamelan hasil binaan KBRI Oslo itu memberi kesempatan pengunjung terutama anak-anak untuk memainkan dan mempelajari alat musik gamelan. Pengunjung juga memperoleh penjelasan mengenai asal-usul alat musik yang saat ini cukup populer di Norwegia tersebut.

Minat dan antusiasme besar warga Norwegia pada workshop gamelan selama dua hari tersebut terlihat dari membanjirnya 5 ribu pengunjung ke Barnasverdendager. Sementara total pengunjung pada OWMF mencapai 12 ribu.

Sejak mulai diselenggarakan, OWMF mencatat 3000 artis mancanegara telah berpartisipasi dalam festival musik tersebut. Tahun ini, OWMF diikuti oleh artis-artis dari 20 negara, anntara lain Meksiko, Spanyol, Serbia, Mali, Portugal, Afrika Selatan, Palestina, Pantai Gading, Kuba, dan Italia. (es/es)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel