Pahlawan Rakyat Kecil
Menjaga Pintu Tanpa Henti
Senin, 10/11/2008 11:33 WIB
Terkait
Jakarta
Sesekali merokok. Sesekali bercanda dengan tukang ojek. Tetapi, jika mendengar suara dering telepon, Wahyudi, 38, langsung sigap. Tangan kirinya meraih gagang telepon dan dalam hitungan detik dia memutar tuas kecil yang tergantung di dinding. Lalu, tak berapa lama, palang pintu KA di Pisangan Baru pun terbuka. Dan ratusan nyawa pengendara kendaraan terselamatkan.
"Itu telepon dari Petugas Pelayan KA (PPK) di Stasiun Jatinegara," ujar laki laki beristrikan Uswati, perempuan asal Gombong, Jawa Tengah, kepada detikcom, Senin (10/11/2008) di tempat kerjanya.
Bagi Wahyudi, pekerjaan yang telah digeluti selama 15 tahun merupakan panggilan hati. Pengabdian. Selama 9 tahun pula, dia ditugaskan menjaga pintu KA yang hanya berjarak 100 meter dari Stasiun Jatinegara. "Di sini sangat sibuk arus KA. Bisa 1 menit sekali lewat. Dan sekali lewat, kadang langsung dari dua arah," tutur ayah beranak 2 tersebut.
Menjaga salah satu lintasan kereta api terpadat di Jakarta ini sering menimbulkan suka duka. Dia mengaku sedih jika palang pintu sudah ditutup tetapi kendaraan banyak yang menyerobot lewat. Akibatnya, tidak sedikit yang tertabrak karenanya. "Kalau frekuensi kecelakaan tidak tentu. Tapi kalau kecelakaan di sini, dari yang patah kaki hingga meninggal di tempat," ujarnya.
Dalam sehari, ada tiga shift yang menjaga pos berukuran 2 x 2 meter itu dengan petugas jaga 1 orang per shift. Adapun yang bertugas sebanyak 4 orang sehingga ada yang mendapat libur tiap harinya. Masing-masing petugas berjaga yaitu 2 hari shift pagi, 2 hari shift siang dan 2 hari shift malam. "Kalau lebaran dapat jaga ya harus jaga. Tidak ada libur lebaran," kisah Wahyudi.
Menurutnya, menjadi penjaga rel KA harus pandai-pandai berhemat. Dengan penghasilan sekitar Rp 1 juta/bulan, dia harus menyisihkan untuk makan, sekolah anak-anak, kesehatan dan sebagainya. "Istri di rumah membantu jualan pulsa serta gas LPG yang kecil. Buat nambah menyambung hidup," ujar orang Betawi asli ini.
Meski bukan pekerjaan kantoran, dirinya tetap disiplin. Dia selalu tampil rapi dengan baju seragam warna biru, celana kain, sepatu hitam serta topi. Sesekali dibantu peluit dan bendera kecil untuk menghalau kendaraan yang menyerobot. Jika tugas malam, dia asyik bergabung dengan para tukang ojek yang berada di samping "kantornya". Musik dangdut dari radio dual band pun menjadikan tugasnya lebih ringan bersama ojekers.
Pekerjaan ini membuat Wahyudi sulit klenang-klenong saat jam kerja. "Wah, bahaya kalau sampai ditinggal. Saya tidak berani," jawabnya mantap penuh dedikasi. (asp/nrl)
"Itu telepon dari Petugas Pelayan KA (PPK) di Stasiun Jatinegara," ujar laki laki beristrikan Uswati, perempuan asal Gombong, Jawa Tengah, kepada detikcom, Senin (10/11/2008) di tempat kerjanya.
Bagi Wahyudi, pekerjaan yang telah digeluti selama 15 tahun merupakan panggilan hati. Pengabdian. Selama 9 tahun pula, dia ditugaskan menjaga pintu KA yang hanya berjarak 100 meter dari Stasiun Jatinegara. "Di sini sangat sibuk arus KA. Bisa 1 menit sekali lewat. Dan sekali lewat, kadang langsung dari dua arah," tutur ayah beranak 2 tersebut.
Menjaga salah satu lintasan kereta api terpadat di Jakarta ini sering menimbulkan suka duka. Dia mengaku sedih jika palang pintu sudah ditutup tetapi kendaraan banyak yang menyerobot lewat. Akibatnya, tidak sedikit yang tertabrak karenanya. "Kalau frekuensi kecelakaan tidak tentu. Tapi kalau kecelakaan di sini, dari yang patah kaki hingga meninggal di tempat," ujarnya.
Dalam sehari, ada tiga shift yang menjaga pos berukuran 2 x 2 meter itu dengan petugas jaga 1 orang per shift. Adapun yang bertugas sebanyak 4 orang sehingga ada yang mendapat libur tiap harinya. Masing-masing petugas berjaga yaitu 2 hari shift pagi, 2 hari shift siang dan 2 hari shift malam. "Kalau lebaran dapat jaga ya harus jaga. Tidak ada libur lebaran," kisah Wahyudi.
Menurutnya, menjadi penjaga rel KA harus pandai-pandai berhemat. Dengan penghasilan sekitar Rp 1 juta/bulan, dia harus menyisihkan untuk makan, sekolah anak-anak, kesehatan dan sebagainya. "Istri di rumah membantu jualan pulsa serta gas LPG yang kecil. Buat nambah menyambung hidup," ujar orang Betawi asli ini.
Meski bukan pekerjaan kantoran, dirinya tetap disiplin. Dia selalu tampil rapi dengan baju seragam warna biru, celana kain, sepatu hitam serta topi. Sesekali dibantu peluit dan bendera kecil untuk menghalau kendaraan yang menyerobot. Jika tugas malam, dia asyik bergabung dengan para tukang ojek yang berada di samping "kantornya". Musik dangdut dari radio dual band pun menjadikan tugasnya lebih ringan bersama ojekers.
Pekerjaan ini membuat Wahyudi sulit klenang-klenong saat jam kerja. "Wah, bahaya kalau sampai ditinggal. Saya tidak berani," jawabnya mantap penuh dedikasi. (asp/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 00:48 WIB
Jenazah Praja IPDN Yudhi Dimakamkan Tengah Malam di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Mahfud MD: Ada Persoalan Komitmen dan Moral dalam Pemberian Grasi
-
Jumat, 25/05/2012 23:10 WIB
Api Lahap SD di Kebon Jeruk, 25 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
