Mukhlas, Kolektor Dana Bom yang Merasa Serba Beruntung
Minggu, 09/11/2008 03:35 WIB
Jakarta
"Wahai saudaraku kaum Muslimin. Ingat dan ketahuilah bahwasanya eksekusi mati terhadap seorang muslim karena Islamnya, karena imannya, dan terhadap mujahid karena jihadnya, adalah perbuatan kriminal yang maha jahat."
Demikian bunyi surat yang ditulis Ali Ghufron alias Mukhlas menjelang eksekusi. Surat tersebut dititipkan melalui anggota Tim Pembela Muslim (TPM), Ahmad Kholik, yang menjenguk terpidana mati Bom Bali itu.
Mukhlas memang dikenal lantang bersuara soal hukuman mati terhadap seorang muslim. Dalam surat yang ditulis tangan itu, Mukhlas menyebut seluruh orang yang terlibat eksekusi bisa kafir atau murtad. Mereka akan kekal berada di neraka jahanam.
"Jadi para pelaku (eksekutor) serba rugi di dunia dan di akhirat. Sedangkan kami serba untung," kata dia.
Muhklas adalah kakak kandung Amrozi dan Ali Imron, pelaku bom bali lainnya. Pria kelahiran Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur (Jatim) adalah anak kelima dari pasangan suami istri H Nurhasyim dan Tariyem.
Muklas yang fasih berbahasa Arab dan Inggris itu menjadi figur penting bagi kedua adiknya. Dia berhasil mengubah Amrozi dari remaja nakal untuk ikut berjihad membela Islam.
Mukhlas pernah mengajar di Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ponpes tersebut didirikan oleh ustadz Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar.
Selain beraktivitas di Ponpes, Mukhlas juga tercatat sebagai mahasiswa Universitas Islam Surakarta. Pada saat itulah keinginannya untuk berjihad muncul.
Mukhlas pun rela meninggalkan bangku kuliah dan pergi ke Afghanistan pada 1986. Dia bergabung dengan kaum Mujahidin Afghanistan yang tengah berjuang melawan tentara Rusia.
Pada 1989, Mukhlas tinggal di Malaysia dan bekerja sebagai buruh di Ulu Tiram, Johor. Di tempat tersebut, dia berkenalan dan menikah dengan Paridah Abas, perempuan berkewarganegaraan Malaysia. Keluarga itu dikaruniai 3 anak.
Mukhlas juga mendirikan sebuah Pondok Persantren di Malaysia. Amrozi diketahui juga 'mengaji' di ponpes tersebut.
Mukhlas mengaku sebagai mantaqi ula di Jamaah Islamiyah menggantikan Hambali. Dia juga mengakui terlibat serangkaian peledakan bom di Indonesia selama tahun 2001. Pada peristiwa peledakan bom di Bali, 12 Oktober 2002, Mukhlas adalah pencari dana
untuk membuat bom. Bersama Amrozi dan Imam Samudra, Muklas pun dieksekusi mati di Nusakambangan.
(irw/ken)
Demikian bunyi surat yang ditulis Ali Ghufron alias Mukhlas menjelang eksekusi. Surat tersebut dititipkan melalui anggota Tim Pembela Muslim (TPM), Ahmad Kholik, yang menjenguk terpidana mati Bom Bali itu.
Mukhlas memang dikenal lantang bersuara soal hukuman mati terhadap seorang muslim. Dalam surat yang ditulis tangan itu, Mukhlas menyebut seluruh orang yang terlibat eksekusi bisa kafir atau murtad. Mereka akan kekal berada di neraka jahanam.
"Jadi para pelaku (eksekutor) serba rugi di dunia dan di akhirat. Sedangkan kami serba untung," kata dia.
Muhklas adalah kakak kandung Amrozi dan Ali Imron, pelaku bom bali lainnya. Pria kelahiran Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur (Jatim) adalah anak kelima dari pasangan suami istri H Nurhasyim dan Tariyem.
Muklas yang fasih berbahasa Arab dan Inggris itu menjadi figur penting bagi kedua adiknya. Dia berhasil mengubah Amrozi dari remaja nakal untuk ikut berjihad membela Islam.
Mukhlas pernah mengajar di Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ponpes tersebut didirikan oleh ustadz Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar.
Selain beraktivitas di Ponpes, Mukhlas juga tercatat sebagai mahasiswa Universitas Islam Surakarta. Pada saat itulah keinginannya untuk berjihad muncul.
Mukhlas pun rela meninggalkan bangku kuliah dan pergi ke Afghanistan pada 1986. Dia bergabung dengan kaum Mujahidin Afghanistan yang tengah berjuang melawan tentara Rusia.
Pada 1989, Mukhlas tinggal di Malaysia dan bekerja sebagai buruh di Ulu Tiram, Johor. Di tempat tersebut, dia berkenalan dan menikah dengan Paridah Abas, perempuan berkewarganegaraan Malaysia. Keluarga itu dikaruniai 3 anak.
Mukhlas juga mendirikan sebuah Pondok Persantren di Malaysia. Amrozi diketahui juga 'mengaji' di ponpes tersebut.
Mukhlas mengaku sebagai mantaqi ula di Jamaah Islamiyah menggantikan Hambali. Dia juga mengakui terlibat serangkaian peledakan bom di Indonesia selama tahun 2001. Pada peristiwa peledakan bom di Bali, 12 Oktober 2002, Mukhlas adalah pencari dana
untuk membuat bom. Bersama Amrozi dan Imam Samudra, Muklas pun dieksekusi mati di Nusakambangan.
(irw/ken)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 06:05 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Telusuri Duit Hambalang di Kongres Bandung
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
