Misteri Eksekusi Amrozi Cs
Hujan, Petir, dan Istri-istri Terpidana Mati
Jumat, 07/11/2008 15:46 WIB
Jakarta
Eksekusi mati terhadap tiga terpidana mati bom Bali pada pukul 03.00 WIB, Jumat (7/11/2008), memang sudah diputuskan. Namun, ternyata eksekusi ditunda lagi. Selain hujan deras dan petir menggelegar, ternyata masih ada permintaan Amrozi cs yang belum bisa dipenuhi.
Sumber detikcom menjelaskan bahwa Amrozi cs telah menyampaikan sejumlah permintaan sebelum eksekusi mati dilakukan. Antara lain Amrozi cs meminta pengajuan Peninjauan Kembali (PK). "Hal-hal yang melanggar peraturan seperti ini, tentu tidak akan kejaksaan kabulkan," ujar dia.
Sementara sejumlah permintaan lain masih terus diupayakan dipenuhi oleh kejaksaan sebagai eksekutor. "Salah satu permintaan Amrozi cs yang belum terpenuhi adalah berkumpulnya istri-istri mereka sebelum eksekusi dilakukan," kata dia.
Paridah binti Abbas, istri Muklas, yang berasal dari Malaysia baru saja tiba di Lamongan, Jawa Timur Kamis (6/11/2008) kemarin. Seharusnya, istri Muklas itu tiba di Indonesia dua hari lalu. "Karena istrinya sudah tiba dan telah berkumpul keluarga di Lamongan, bisa jadi eksekusi segera dilakukan," ujar dia.
Sebenarnya, Amrozi cs berkeinginan bisa bertemu keluarganya terakhir kali sebelum dieksekusi. Namun, permintaan ini sulit dikabulkan, dengan alasan keamanan. Besar kemungkinan para istri dan keluarga hanya menunggu jenazah para terpidana mati itu di rumah mereka masing-masing.
Sulit, belum tentu tidak bisa. Ada wacana, istri-istri para terpidana mati itu akan diseberangkan ke LP Nusakambangan untuk bertemu suaminya sebelum eksekusi. Setelah eksekusi dilakukan, istri-istri itu akan diminta mengecek terlebih dulu jenazah suaminya sebelum diterbangkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan.
Sementara itu, kendala teknis yang akan ditemui oleh tim eksekutor adalah cuaca yang tidak bersahabat sejak Rabu malam lalu. Kondisi alam ini memang tidak menguntungkan eksekutor. Hujan deras mengguyur, sementara petir bersahut-sahutan, akan bisa mengganggu konsentrasi jalannya eksekusi. "Seperti tadi malam, petirnya memang gak tahan, meski hujannya tidak sederas sehari sebelumnya," kata sumber yang berada di LP Nusakambangan.
Selain itu, surat keluarga Amrozi cs yang dikirimkan kepada Presiden SBY dan Kejagung bisa jadi juga mempengaruhi penundaan eksekusi pada Kamis dinihari tadi. Hingga saat ini, apa isi surat keluarga Amrozi kepada Presiden, masih gelap. (asy/ken)
Sumber detikcom menjelaskan bahwa Amrozi cs telah menyampaikan sejumlah permintaan sebelum eksekusi mati dilakukan. Antara lain Amrozi cs meminta pengajuan Peninjauan Kembali (PK). "Hal-hal yang melanggar peraturan seperti ini, tentu tidak akan kejaksaan kabulkan," ujar dia.
Sementara sejumlah permintaan lain masih terus diupayakan dipenuhi oleh kejaksaan sebagai eksekutor. "Salah satu permintaan Amrozi cs yang belum terpenuhi adalah berkumpulnya istri-istri mereka sebelum eksekusi dilakukan," kata dia.
Paridah binti Abbas, istri Muklas, yang berasal dari Malaysia baru saja tiba di Lamongan, Jawa Timur Kamis (6/11/2008) kemarin. Seharusnya, istri Muklas itu tiba di Indonesia dua hari lalu. "Karena istrinya sudah tiba dan telah berkumpul keluarga di Lamongan, bisa jadi eksekusi segera dilakukan," ujar dia.
Sebenarnya, Amrozi cs berkeinginan bisa bertemu keluarganya terakhir kali sebelum dieksekusi. Namun, permintaan ini sulit dikabulkan, dengan alasan keamanan. Besar kemungkinan para istri dan keluarga hanya menunggu jenazah para terpidana mati itu di rumah mereka masing-masing.
Sulit, belum tentu tidak bisa. Ada wacana, istri-istri para terpidana mati itu akan diseberangkan ke LP Nusakambangan untuk bertemu suaminya sebelum eksekusi. Setelah eksekusi dilakukan, istri-istri itu akan diminta mengecek terlebih dulu jenazah suaminya sebelum diterbangkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan.
Sementara itu, kendala teknis yang akan ditemui oleh tim eksekutor adalah cuaca yang tidak bersahabat sejak Rabu malam lalu. Kondisi alam ini memang tidak menguntungkan eksekutor. Hujan deras mengguyur, sementara petir bersahut-sahutan, akan bisa mengganggu konsentrasi jalannya eksekusi. "Seperti tadi malam, petirnya memang gak tahan, meski hujannya tidak sederas sehari sebelumnya," kata sumber yang berada di LP Nusakambangan.
Selain itu, surat keluarga Amrozi cs yang dikirimkan kepada Presiden SBY dan Kejagung bisa jadi juga mempengaruhi penundaan eksekusi pada Kamis dinihari tadi. Hingga saat ini, apa isi surat keluarga Amrozi kepada Presiden, masih gelap. (asy/ken)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
