Polri Siap Proses Kasus Ijazah Palsu Sukmawati
Selasa, 04/11/2008 15:55 WIB
Jakarta
Meski telah mundur sebagai caleg, Ketua Umum PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri akhirnya tetap dilaporkan Bawaslu ke Mabes Polri terkait pemalsuan ijazah. Polri pun siap menindaklanjutinya.
"Saya sendiri belum tahu apa sudah diterima oleh Bareskrim. Tetapi seandainya sudah diterima Bareskrim, kita akan menindaklanjuti. Kita siap proseslah," Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira kepada detikcom, Selasa (4/11/2008).
Sukmawati sebelumnya dilaporkan oleh Bawaslu yang diwakili anggota Bidang Hukum dan Pelaporan Bawaslu, Wirdyaningsih.
Wirdyaningsih tiba dengan didampingi 4 rekannya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.00 WIB.
Dikatakan dia, Sukmawati dilaporkan berkaitan dengan pemalsuan dokumen dalam rangka pencalegan. Ketika tahap pendaftaran sebagai caleg, putri Bung Karno ini menggunakan dokumen palsu.
Terbukti, dari sekolah yang bersangkutan tidak ada. Ijazahnya dan legalisirnya juga diragukan. Orang yang menandatangani juga menyatakan tidak pernah menandatangani legalisir tersebut.
"Ini sudah lama kami kaji. Namun, karena kendala kecil, masalah kepemahaman kepolisian dan Bawaslu berkaitan dengan siapa yang harus menyerahkan," ujarnya.
Wirdyaningsih memaparkan untuk kasus Sukmawati butuh pendalaman lebih dalam karena yang bersangkutan sudah mengundurkan diri. Tetapi ada indikasi, bahwa yang bersangkutan melakukan pemalsuan dokumen dalam hal ini ijazah palsu.
"Ini yang butuh pendalaman, apakah yang bersangkutan bisa kita kejar. Tetapi, kita akan kejar mengenai tindak pidana yang dilakukannya. Untuk yang bersangkutan, tidak ada keterangan ijazah palsu dari sekolahnya. Tetapi, kami berdasarkan keterangan saksi yakni 2 mantan gurunya yang menyatakan yang bersangkutan pernah sekolah SMA sampai kelas dua. Tetapi kemudian tidak kelihatan lagi," papar perempuan berkerudung itu.
Selain Sukmawati, lanjut dia, Bawaslu melaporkan Agustina Nasution dari PNI Marhaenisme, Caleg Dapil 1 Lampung.
Kenapa cuma 2 yang dilaporkan kan 13? "7 itu belum diserahkan kepada Bawaslu. Sedangkan dari yang 6, 4 tidak terbukti karena sekolah yang bersangkutan mengakui ijazah yang bersangkutan. Jadi hanya 2 yang dilaporkan " kata Wirdyaningsih.
Ketika ditanya mengenai kasus Wulan Guritno, Wirdyaningsih menjawab Wulan Guritno tidak ada indikasi pemalsuan.
"Yang ada hanya planggaran administrasi. Dia hanya menyerahkan transkip nilainya saja tetapi tidak menyerahkan ijazahnya yang dilegalisir," ujar dia. (aan/iy)
"Saya sendiri belum tahu apa sudah diterima oleh Bareskrim. Tetapi seandainya sudah diterima Bareskrim, kita akan menindaklanjuti. Kita siap proseslah," Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira kepada detikcom, Selasa (4/11/2008).
Sukmawati sebelumnya dilaporkan oleh Bawaslu yang diwakili anggota Bidang Hukum dan Pelaporan Bawaslu, Wirdyaningsih.
Wirdyaningsih tiba dengan didampingi 4 rekannya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.00 WIB.
Dikatakan dia, Sukmawati dilaporkan berkaitan dengan pemalsuan dokumen dalam rangka pencalegan. Ketika tahap pendaftaran sebagai caleg, putri Bung Karno ini menggunakan dokumen palsu.
Terbukti, dari sekolah yang bersangkutan tidak ada. Ijazahnya dan legalisirnya juga diragukan. Orang yang menandatangani juga menyatakan tidak pernah menandatangani legalisir tersebut.
"Ini sudah lama kami kaji. Namun, karena kendala kecil, masalah kepemahaman kepolisian dan Bawaslu berkaitan dengan siapa yang harus menyerahkan," ujarnya.
Wirdyaningsih memaparkan untuk kasus Sukmawati butuh pendalaman lebih dalam karena yang bersangkutan sudah mengundurkan diri. Tetapi ada indikasi, bahwa yang bersangkutan melakukan pemalsuan dokumen dalam hal ini ijazah palsu.
"Ini yang butuh pendalaman, apakah yang bersangkutan bisa kita kejar. Tetapi, kita akan kejar mengenai tindak pidana yang dilakukannya. Untuk yang bersangkutan, tidak ada keterangan ijazah palsu dari sekolahnya. Tetapi, kami berdasarkan keterangan saksi yakni 2 mantan gurunya yang menyatakan yang bersangkutan pernah sekolah SMA sampai kelas dua. Tetapi kemudian tidak kelihatan lagi," papar perempuan berkerudung itu.
Selain Sukmawati, lanjut dia, Bawaslu melaporkan Agustina Nasution dari PNI Marhaenisme, Caleg Dapil 1 Lampung.
Kenapa cuma 2 yang dilaporkan kan 13? "7 itu belum diserahkan kepada Bawaslu. Sedangkan dari yang 6, 4 tidak terbukti karena sekolah yang bersangkutan mengakui ijazah yang bersangkutan. Jadi hanya 2 yang dilaporkan " kata Wirdyaningsih.
Ketika ditanya mengenai kasus Wulan Guritno, Wirdyaningsih menjawab Wulan Guritno tidak ada indikasi pemalsuan.
"Yang ada hanya planggaran administrasi. Dia hanya menyerahkan transkip nilainya saja tetapi tidak menyerahkan ijazahnya yang dilegalisir," ujar dia. (aan/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 23:08 WIB
Kabupaten OKI Terpilih Sebagai Jaringan Kota Hijau Dunia
-
Selasa, 22/05/2012 22:55 WIB
Menkeu Cek Soal Lolosnya 315 Kg Sabu dari Bea Cukai
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
227 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
