Deplu: Travel Advisory Australia Sebenarnya Tak Perlu
Minggu, 02/11/2008 17:52 WIB
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta
Pemerintah Australia mengeluarkan travel advisory bagi warga Australia yang ingin berkunjung ke Indonesia terkait makin dekatnya waktu eksekusi Amrozi Cs. Hal ini sebenarnya tidak diperlukan mengingat kesiapan pengamanan dalam negeri Indonesia.
"Tidak perlu sebenarnya. Kondisi dalam negeri aman, dan kita percaya aparat bisa menjamin kemanan. Tidak perlu adanya reaksi yang tidak proporsional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Minggu (02/11/2008).
Meski demikian, lanjut Faizasyah, travel advisory itu sesuatu yang wajar karena pemerintah, dalam hal ini Australia, bertanggungjawab memberi peringatan kepada warganya jika ada bahaya. Hal serupa dilakukan Indonesia yang memperingatkan warganya untuk tidak pergi ke Kabul, Afganistan, misalnya.
Namun dengan kesiapan pengamanan dalam negeri yang sekarang ada, imbuh dia, warga asing tidak perlu khawatir berlebihan untuk berkunjung ke Indonesia. Dia yakin pihak kemanan akan mampu mengantisipasi segala persoalan keamanan yang mungkin muncul terkait eksekusi Amrozi Cs.
Selain itu, lanjut Faizasyah, eksekusi ini telah melalui proses hukum yang panjang, mulai dari pengadilan terdakwa hingga pengajuan judicial review ke Mahkamah Konsitusi (MK). Karena itu, dia yakin secara psikologis masyarakat sudah bisa menerima pelaksanaan eksekusi.
"Pelaksanaan itu kan sudah diperkirakan jauh hari, dan juga sudah melalui proses yang panjang sehingga secara psikologis masyarakat sudah siap menerima," ucapnya.
Faizasyah berharap agar warga asing, khususnya warga Australia, yang berencana mengunjungi Indonesia tidak mengurungkan niatnya.
"Kita berharap para pelancong tidak membatalkan rencana perjalanan mereka ke Indonesia," ujarnya.
Terkait travel advisory yang dikeluarkan pemerintah Australia, Faizasyah mengatakan itu bukanlah hal baru. Di tahun 2007 pemerintah Australia juga mengeluarkan travel advisory, dan sampai sekarang belum pernah dicabut. Menjelang eksekusi ini, travel advisory tersebut ditingkatkan.
Namun travel advisory yang dikeluarkan tahun lalu itu tidak mempengaruhi jumlah kunjungan warga Australia ke Indonesia. Bahkan terjadi peningkatan kunjungan sebesar 50 persen.
"Kita harap sekarang juga tidak mempengaruhi," ujarnya. (sho/nwk)
"Tidak perlu sebenarnya. Kondisi dalam negeri aman, dan kita percaya aparat bisa menjamin kemanan. Tidak perlu adanya reaksi yang tidak proporsional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Minggu (02/11/2008).
Meski demikian, lanjut Faizasyah, travel advisory itu sesuatu yang wajar karena pemerintah, dalam hal ini Australia, bertanggungjawab memberi peringatan kepada warganya jika ada bahaya. Hal serupa dilakukan Indonesia yang memperingatkan warganya untuk tidak pergi ke Kabul, Afganistan, misalnya.
Namun dengan kesiapan pengamanan dalam negeri yang sekarang ada, imbuh dia, warga asing tidak perlu khawatir berlebihan untuk berkunjung ke Indonesia. Dia yakin pihak kemanan akan mampu mengantisipasi segala persoalan keamanan yang mungkin muncul terkait eksekusi Amrozi Cs.
Selain itu, lanjut Faizasyah, eksekusi ini telah melalui proses hukum yang panjang, mulai dari pengadilan terdakwa hingga pengajuan judicial review ke Mahkamah Konsitusi (MK). Karena itu, dia yakin secara psikologis masyarakat sudah bisa menerima pelaksanaan eksekusi.
"Pelaksanaan itu kan sudah diperkirakan jauh hari, dan juga sudah melalui proses yang panjang sehingga secara psikologis masyarakat sudah siap menerima," ucapnya.
Faizasyah berharap agar warga asing, khususnya warga Australia, yang berencana mengunjungi Indonesia tidak mengurungkan niatnya.
"Kita berharap para pelancong tidak membatalkan rencana perjalanan mereka ke Indonesia," ujarnya.
Terkait travel advisory yang dikeluarkan pemerintah Australia, Faizasyah mengatakan itu bukanlah hal baru. Di tahun 2007 pemerintah Australia juga mengeluarkan travel advisory, dan sampai sekarang belum pernah dicabut. Menjelang eksekusi ini, travel advisory tersebut ditingkatkan.
Namun travel advisory yang dikeluarkan tahun lalu itu tidak mempengaruhi jumlah kunjungan warga Australia ke Indonesia. Bahkan terjadi peningkatan kunjungan sebesar 50 persen.
"Kita harap sekarang juga tidak mempengaruhi," ujarnya. (sho/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 06:05 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Telusuri Duit Hambalang di Kongres Bandung
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
