Punya Anak Down Syndrome, Dokter Jerman Diusir dari Australia
Sabtu, 01/11/2008 14:25 WIB
Herald Sun
Victoria
Seorang dokter asal Jerman dan keluarganya terancam diusir dari Australia. Padahal dirinya sangat dibutuhkan masyarakat sebuah kota terpencil di negara bagian Victoria.
Dua tahun lalu, Dr Bernhard Moeller memenuhi panggilan pemerintah federal Australia dan komunitas Kota Horsham untuk mengisi kekurangan dokter di kota itu. Dia pun pindah dari Jerman memboyong istrinya, Isabella dan Lukas, putranya yang berusia 13 tahun.
Sejak itu Moeller menjadi satu-satunya dokter di Kota Horsham. Visa kerja temporer Moeller sebenarnya valid hingga tahun 2010. Namun aplikasi Moeller untuk menetap permanen di Australia telah ditolak pekan ini.
Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia menolak permohonan permanent residency Moeller. Ini dikarenakan putranya, Lukas menderita Down Syndrome. Kondisi itu dikatakan tidak memenuhi kriteria kesehatan birokasi departemen tersebut.
Departemen menganggap kecacatan Lukas sebagai beban bagi para pembayar pajak Australia sehingga tak bisa mendapatkan permanent residency.
Dikatakan bahwa perawatan Lukas bisa mengakibatkan biaya signifikan bagi komunitas Australia dalam layanan kesehatan.
Moeller pun memprotes keputusan tersebut. "Saya punya harta untuk merawat dia dan saya akan merawat dia," cetus Moeller seperti dilansir Herald Sun, Sabtu (1/11/2008).
Masyarakat Horsham pun berang dengan keputusan itu. Mereka mendesak otoritas untuk mencabut keputusan tersebut. Horsham berpenduduk 20 ribu jiwa.
Sejumlah pejabat pemerintah Victoria juga mendukung Moeller. Mereka pun mendesak Departemen Imigrasi untuk mencabut keputusan yang dianggap sebagai diskriminasi itu.
(ita/ita)
Dua tahun lalu, Dr Bernhard Moeller memenuhi panggilan pemerintah federal Australia dan komunitas Kota Horsham untuk mengisi kekurangan dokter di kota itu. Dia pun pindah dari Jerman memboyong istrinya, Isabella dan Lukas, putranya yang berusia 13 tahun.
Sejak itu Moeller menjadi satu-satunya dokter di Kota Horsham. Visa kerja temporer Moeller sebenarnya valid hingga tahun 2010. Namun aplikasi Moeller untuk menetap permanen di Australia telah ditolak pekan ini.
Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia menolak permohonan permanent residency Moeller. Ini dikarenakan putranya, Lukas menderita Down Syndrome. Kondisi itu dikatakan tidak memenuhi kriteria kesehatan birokasi departemen tersebut.
Departemen menganggap kecacatan Lukas sebagai beban bagi para pembayar pajak Australia sehingga tak bisa mendapatkan permanent residency.
Dikatakan bahwa perawatan Lukas bisa mengakibatkan biaya signifikan bagi komunitas Australia dalam layanan kesehatan.
Moeller pun memprotes keputusan tersebut. "Saya punya harta untuk merawat dia dan saya akan merawat dia," cetus Moeller seperti dilansir Herald Sun, Sabtu (1/11/2008).
Masyarakat Horsham pun berang dengan keputusan itu. Mereka mendesak otoritas untuk mencabut keputusan tersebut. Horsham berpenduduk 20 ribu jiwa.
Sejumlah pejabat pemerintah Victoria juga mendukung Moeller. Mereka pun mendesak Departemen Imigrasi untuk mencabut keputusan yang dianggap sebagai diskriminasi itu.
(ita/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 01:26 WIB
Ungkap Kasus Korupsi Indosat, Kejagung Periksa Pejabat Kemenkominfo
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 23:08 WIB
Kabupaten OKI Terpilih Sebagai Jaringan Kota Hijau Dunia
-
Selasa, 22/05/2012 22:55 WIB
Menkeu Cek Soal Lolosnya 315 Kg Sabu dari Bea Cukai
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Rabu, 23/05/2012 00:48 WIB
Ada Penumpang Mencurigakan, Pesawat Tujuan Charlotte Dialihkan
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
227 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
